Langsung ke konten utama

Kewirausahaan

Nama : Zuli Kurniawati

Pengalaman bekerja : 
1. Online shop
2. Jualan ditoko buah
3. Ngajar TPQ 

Untuk pengalaman saya dari ketiga itu tentunya hampir sama, sama sama harus sabar hehe. Dari pengalaman online shop Memang butuh kesabaran yg luar biasa, konsisten dalam memposting jualan. Karena memang menarik hati pembeli atau meyakinkan pembeli itu butuh waktu yang berulang ulang . Nggak cukup untuk satu hari dua hari posting, tapi harus tiap harinya, dan online shop ini saya ikut reseller di gubug, jadi semisal ada yang pesen saya ngambilin ke gubug . Kalo di fikir² sih nggak masuk untungnya, karena perjalanan dari demak ke gubug juga lumayan lama. Habis di bensin aja, tapi dibalik itu saya hanya ingin belajar mencari uang sendiri, biar tau kalo nyari uang tuh ga gampang. Dan hikmah yang bisa saya ambil dari jualan ini adalah memang jualan itu butuh proses dan perjuangan, dan yang paling penting adalah konsisten. 

Terus yang kedua jualan ditoko buah, nah saya mulai jualan ini udah masuk kuliah di smt 3 kayaknya. waktu itu kuliahnya udah online dan saya kok rasanya pengen di Salatiga, daripada saya habisin uang aja di Salatiga saya berniat untuk nyari loker di sltg dan akhirnya dapet dari temen suruh jaga di toko buah. Nah saya jualan buah ini hampir 4 bulanan di daerah Jetis Salatiga. Saya nggak sendiri kok. Ada temennya, kita berdua. nah Kalo ngmong kerja kan memang Gaada yang enak ya, semua pasti merasakan lelah tiap harinya. Dan hampir nyerah, Itu yang saya rasakan sama temen saya. Tiap hari kita ngeluarin masukin buah dan itu ngangkat² krat semua sedangkan kita tenaga cewek yang bisa dibilang nggak sekuat cowok. Berangkat pagi pulang malem, dan untungnya juga ga seberapa, ya Alhamdulillahe bisa buat makan sehari hari sama keperluan pribadi. Dan semenjak itu saya bener² merasakan memang nyari uang itu butuh perjuangan dan susah payah terlebih dahulu. Dan hikmah yang bisa saya ambil dari ini memang sebelum kita menikmati hasil itu diperlukan susah payah terlebih dahulu. 

Dan yang terakhir dan masih saya lakukan sekarang adalah ngajar TPQ .baru beberapa Minggu ini sih saya ngajar di TPQ. Dan saya ngajar di TPQ juga berawal dari gantiin kakak tingkat yang lagi pulang ke Jakarta .dan waktu itu posisi saya emang lagi di Salatiga. Saya fikir² daripada ngga ngapain² mending saya ambil aja. Dan itu ngajarnya malem habis magrib sampe isya' .terus yang saya ajar itu anak anak SD-SMP kurang lebih 10 anak kalo berangkat semua. Dan tempat ngajarnya itu lumayan jauh dari kos ku. Nah kalo kembali ke upah/kalo di sini disebut bisyaroh juga saya belom tau berapa sih, dan saya juga nggak nanya. Yang penting berkah sudah mau menularkan ilmunya sendiko bapak yang ngelola TPQ hehe. Dan hikmah yang bisa saya ambil sekarang ini ialah kesabaran dan keikhlasan dalam mengajar. 

Sekian & terimakasih 🙏😊

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

IRA ANDINI - 036

1.                    Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).   Seperti yang kita ketahui , berbagai negara sekarang sedang berjuang untuk menghadapi pandemi COVID 19 yang kini juga sudah menyebar di negara Indonesia. Virus ini apabila sudah bersarang di tubuh manusia sangat berbahaya.   Dan sampai hari selasa kemarin, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia per   14 April 2020 mencapai 4.839 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 459 orang meninggal dunia dan pasien sembuh bertambah menjadi 426 orang.   Dengan adanya virus ini dan banyak warga Indonesia yang dinyatakan positif COVID 19 dan d...

Fungsi dan model peran dalam kewirausahaan

  fungsi dan model peran dalam kewir.ppt

Nila Laelul Munasiroh (055) Tentang aku dan covid-19

Nama : Nila Laelul Munasiroh NIM :53040180055 Kelas: BSA B (UTS KEWIRAUSAHAAN) Narasi tentang covid 19 Melihat berita bahwa beberapa sekolah diliburkan hatiku merasa gelisah tak karuan, karena aku sendiri belum mendapat kabar tersebut dari kampusku. Beberapa saat kemudian kabar libur pun datang, awalnya aku merasa senang. Berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman tanpa memikirkan kabar esok hari yang akan datang. Saat belum ada himbauan, Magelang belum termasuk zona merah. Tapi setelah itu paradoks, semuanya pun menyesuaikan. Ditambah tugas yang terus menerus berdatangan, tugas di luar pemahaman dan kesiapan yang dirasa menyulitkan. Libur karena covid 19 ternyata begini rasanya, covid 19 yang merupakan virus baru yang memiliki gejala seperti penyakit biasa seperti batuk, pilek, pusing, dan lain-lain, membuat kami para pelajar, pekerja, ataupun yang lain harus merasakan libur yang tidak seharusnya kami rasakan. Bagaimana tidak seperti itu? S...