Langsung ke konten utama

IRA ANDINI - 036





1.                 Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).  Seperti yang kita ketahui , berbagai negara sekarang sedang berjuang untuk menghadapi pandemi COVID 19 yang kini juga sudah menyebar di negara Indonesia. Virus ini apabila sudah bersarang di tubuh manusia sangat berbahaya.

 Dan sampai hari selasa kemarin, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia per  14 April 2020 mencapai 4.839 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 459 orang meninggal dunia dan pasien sembuh bertambah menjadi 426 orang.  Dengan adanya virus ini dan banyak warga Indonesia yang dinyatakan positif COVID 19 dan demi kepentingan bersama agar virus itu tidak makin menyebar presiden Jokowi mengumumkan agar masyarakat melakukan social distancing dan karantina wilayah, dan juga diharapkan untuk menerapkan WFH ( Work from Home). Maka secara tidak langsung berdampak secara menyeluruh dari segi ekonomi khususnya bagi masyarakat menengah kebawah. Dan tidak terkecuali bagi karyawan atau pekerja swasta baik itu bekerja di Perusahaan atau bekerja di Hotel yang terkena dampak dirumahkan untuk sementara waktu yang tidak ditentukan secara otomatis mereka tidak memiliki penghasilan. Bahkan sekarang banyak pabrik-pabrik yang mem-PHK sebagian karyawannya.
Menurut saya, dengan adanya COVID 19 sangat menyusahkan seluruh masyarakat, semua jadi terbatas. Dan itu sangat berdampak kepada masyarakat yang ekonominya masuk dalam golongan bawah.

Virus ini seperti yang kita ketahui dapat menyebar dari manusia ke manusia yang lainnya melalui tetesan cairan dari mulut dan hidung saat orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin, mirip dengan cara penularan penyakit flu. Tetes cairan dari mulut dan hidung pasien tersebut bisa jatuh dan tertinggal pada mulut dan hidung orang lain yang berada di dekatnya, bahkan dihisap dan terserap ke dalam paru-paru orang tersebut melalui hidungnya. Agar kita tidak tertular atau supaya kita terhindar dari virus tersebut kita harus mengikuti anjuran  dari pemerintah mengenai pencegahan tertular virus yaitu dengan:
1)      Sering mencuci tangan menggunakan sabun, sering-sering mencuci tangan setiap 20 menit sekali itu akan membunuh kuman-kuman yang ada di tangan kita. Bisa juga kita menggunakan handsinitizer.
2)      Hindari kontak dekat.
3)      Jaga jarak sosial, jaga jarak dengan orang lain sekitar 1 meter. Dengan menerapkan physical distancing ketika beraktivitas di luar ruangan itu berarti kita sudah melakukan satu langkah mencegah terinfeksi virus corona.
4)      Menggunakan masker.
5)      Tetap tinggal dirumah.
6)      Hindari menyentuh bagian tubuh seperti mata, hidung dan mulut.
7)      Hindari kerumunan.
Dengan mengikuti anjuran-anjuran tersebut itu akan meminimalisir kita terkena COVID 19.
2.    Dampak manfaatnya dalam berwirausaha dengan adanya COVID 19 ini yaitu mungkin menjadikan para wirausahawan melakukan pekerjaan di rumah dengan santai. Dan lebih dekat dengan keluarga mereka. Bagi yang biasa bekerja di kantor setiap hari, sekarang bisa bekerja dari rumah atau WFH. Ini tentu menjadi kesempatan agar bisa selalu terhubung dengan orang-orang tercinta di rumah yang sebelumnya hanya bisa diperoleh di hari libur. Hal-hal yang sebelumnya jarang dilakukan seperti menjalankan permainan edukatif bersama anak-anak, kini bisa lebih sering dilakukan. Berbagai aktivitas yang biasanya dilakukan dengan bertatap muka secara langsung kini harus dijalankan secara online. Salah satunya meeting kantor terkait dengan pekerjaan sehari-hari. Siapa sangka, meeting online ternyata lebih efisien. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana untuk menyewa ruang meeting di hotel atau restoran, belum lagi soal biaya transportasinya. Selain itu, meeting online juga bisa menghemat waktu. Pembahasan rapat yang biasanya melebar kemana-mana bisa dibuat menjadi lebih fokus sehingga waktu yang dibutuhkan lebih singkat


3.    Dengan adanya wabah ini pasti ada dampaknya bagi para wirausahawan. Salah satu dampaknya yaitu dampak negatif. Dampak negatifnya yaitu, dengan adanya covid maka orang yang berwirausaha pendapatannya akan menurun. Karena mungkin jika dia memiliki usaha sebuah restoran atau tempat makan dengan adanya covid dan warga dianjurkan untuk social distancing maka banyak pelanggan-pelanggan mereka yang lebih memilih makan di rumah sendiri, itu juga mempengaruhi pendapatan dari restoran tersebut.

4.    Peluang bisnis yang bisa diambil selama COVID 19 yaitu, dengan berjualan online seperti menjual pakaian, masker untuk wajah, atau alat-alat rumah tangga. Mungkin bagi yang memiliki restoran atau tempat makan yang sebelumnya hanya menjual di tempat saja bisa beralih dengan menjual makanan online atau ketring harian.  Atau menjadi seorang youtuber apabila memiliki kepedean di depan kamera dan memiliki bakat mengedit.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH SEJARAH AGAMA KRISTEN(NILA LAELUL M.)

Sejarah Agama Kristen Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Sejarah Agama-Agama. Dosen Pengampu: Drs. Taufiqul Mu’in, M.Ag. Disusun oleh: Inka puji prastika (53040180053) Nila laelul munasiroh (53040180055) BAHASA DAN SASTRA ARAB FAKULTAS USHULUDIN, ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA TAHUN 2020 KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi Mata Sejarah Agama-Agama. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang sejarah munculnya agama kristen. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, dan referensi. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan baik. Dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan...

Nila Laelul Munasiroh (055) Tentang aku dan covid-19

Nama : Nila Laelul Munasiroh NIM :53040180055 Kelas: BSA B (UTS KEWIRAUSAHAAN) Narasi tentang covid 19 Melihat berita bahwa beberapa sekolah diliburkan hatiku merasa gelisah tak karuan, karena aku sendiri belum mendapat kabar tersebut dari kampusku. Beberapa saat kemudian kabar libur pun datang, awalnya aku merasa senang. Berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman tanpa memikirkan kabar esok hari yang akan datang. Saat belum ada himbauan, Magelang belum termasuk zona merah. Tapi setelah itu paradoks, semuanya pun menyesuaikan. Ditambah tugas yang terus menerus berdatangan, tugas di luar pemahaman dan kesiapan yang dirasa menyulitkan. Libur karena covid 19 ternyata begini rasanya, covid 19 yang merupakan virus baru yang memiliki gejala seperti penyakit biasa seperti batuk, pilek, pusing, dan lain-lain, membuat kami para pelajar, pekerja, ataupun yang lain harus merasakan libur yang tidak seharusnya kami rasakan. Bagaimana tidak seperti itu? S...

“Menjauhi Sikap Malas”/Adib Oktavian Hertanto/53040180023

Nama :Adib Oktavian Hertanto NIM   : 53040180023 Prodi  : BSA (A)                                                                          Menjauhi Sikap Malas ''Seandainya...''  Kata ini begitu akrab dalam kehidupan sehari-hari. Disadari atau tidak,  sebagian besar orang  boleh jadi biasa mengucapkannya, ''Seandainya aku melakukan begini, tentunya begini dan begini, tidak begini...'' Nabi Muhammad SAW ternyata tak menyukai umatnya mengumbar kata-kata ''seandainya''. Bahkan, dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya, kalimat  lau (seandainya) membawa kepada perbuatan setan.'' Syekh Shaleh Ahmad asy-Syaami, menjelaskan, kata ''seandainya'' tidak membawa manfaat sama sekali. Menurutnya, meskipun seseorang mengucapkan ungkapan itu, ia tidak akan mampu men...