Langsung ke konten utama

Siti Fatikhatul Inayah 53040180032

‘’Positif dan negaritifnyaCovid-19’’
Karya : Siti Fatikhatul Inayah 53040180032

Sebagaimana kita ketahui Covid-19 atau yang sering kita sebut dengan
Virus Corona ini datang ke Indonesia sejak awal maret 2020 lalu, virus ini yang
dikabarkan datang dari Wuhan, China sangat menggemparkan dunia, virus yang
sangat berukuran kecil sekitar 10 nano meter ini dapat mematikan berjuta-juta
manusia yang ada di bumi.
Penyebaranya yang sangat begitu cepat membuat negara-negara yang
berdekatan dengan China pun ikut terkena penularan virus tersebut, sekitar
akhir tahun 2019 virus ini menyerang Wuhan China dan hanya selang beberapa
bulan saja sudah merembet ke negara tercinta kita ini. Hal ini dikarenakan
penyakit ini dapat menular hanya lewat berjabat tangan, tanpa disadari orang
yang selesai berlibur dari negara china lalu kembali ke negara asalnya dan
secara tidak sengaja berjabat tangan dengan orang yang ada disekelilingnya,
kemudian virus ini pun jadi ikut tertular olehnya. Karena tidak sedikit orang
yang punya kepentingan apalagi dalam hal bisnis itu keluar kota apalagi keluar
negeri, dan menurut saya China merupakan transitnya para pebisnis-pebisnis,
namun sangat di sayangkan Virus ini ada, akan tetapi belum ada obat untuk
menyembuhinya.
Manusia sebagai makhluk sosial tentu sangat susah jika harus berdiam diri
dirumah saja sesuai anjuran pemerintah yang ada, namun mau bagaimana lagi,
itu merupakan solusi yang dianggap paling ampuh untuk memutus rantai
tertulaenya virus corona ini. Jika satu orang itu telah menularkan satu
penyakitnya ini masih ada empat belas orang lagi yang akan tertular olehnya,
karena dikabarkan jika satu orang telah positif ini minimal akan menularkan ke
lima belas orang disekitarnya tanpa ia sadari. Cara yang paling ampuh untuk
memutus mata rantai itu dengan menjaga jarak minimal satu meter setengah
dari halayak umum, dan sering cuci tangan memakai sabun dengan enam
langkah, serta memakai masker disaat keluar rumah, dan sesuai anjuran
pemerintah juga kita dilarang keluar rumah alias dirumah saja terkecuali jika
ada hal-hal yang memang mengharuskan kita untuk keluar rumah.
Di Indonesia banyak sekali kota-kota besar yang menerapkan lockdown atau
istilah lainya yaitu PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang mana dengan
adanya sistem ini masyarakat dianjurkan untuk mengurangi kegiatanya diluar
rumah, banyak angkutan umum yang dibatasi cara pengoprasiannya, kantor-

kantor besar pun banyak yang sudah mempulangkan para pegawainya akibat
adanya pandemi ini, dan kita sebagai mahasiswa pun juga ikut terkena imbasnya
yang biasanya kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan di kampus yang kita
sayangi, namun kini di alih fungsikan tempatnya dengan dirumah saja sampai
batas yang belum di tentukan. Sebenarnya bukan hanya pegawai
kantor,mahasiswa, saja yang terkena imbasnya namun banyak sekali pihak-
pihak yang dirugikan dan pendapatan negara ikut menurun karena hal ini.
Tak adil jika didunia ini hanya ada sisi negatif nya saja dari segala sesuatu
yang terjadi, dengan adanya pandemi ini tidak semua pihak dirugikan ko, masih
ada beberapa pihak yang diuntungkan kita sebut saja para pekerja yang bergelut
dalam model online, mereka memanfaatkan ini semua karena keadaan ini
mengharuskan mereka untuk tidak keluar rumah namun harus membeli barang-
barang yang dibutuhkan misalnya. Ya bisa kita sebut para ‘’Ojol, tukang pos,
kurir barang’’ itu sangat berjasa dalam hal-hal seperti ini, karena dengan adanya
mereka kebutuhan kita masih bisa tetap terpenuhi tanpa perlu keluar rumah.
Jika kita ditanya bisnis apa yang bisa kita jalankan dalam situasi genting
seperti ini? Pasti banyak sekali yang menjawab mulai dari jualan masker,hand
sanitizer, Dll dengan menaikkan harga barang-barang tersebut pasti bisnis
kalian akan berjalan dengan baik. Akan tetapi solusi tersebut tidak baik untuk
kita jalankan ditengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. Terlalu egois
dong kita jika merauk keuntungan dalam penderitaan orang lain. Lalu bisnis apa
yang dianggap bisa dijalankan dengan baik sekarang jawabanya menurut saya
itu dengan membantu berjualan bahan-bahan pokok atau sembako secara online
karena banyak sekali orang yang membutuhkan panganan pokok selain
dibutuhkannya maskek dan handsanitizer, kita bisa ikut mengirim atau
mengantar beras,gula dll kerumah orang yang memesan tersebut tanpa mereka
harus berkerumunan dipasar yang dapat mengakibatkan penularan Covid-19
semakin bertambah. Selain itu ternyata covid-19 juga membawa sisi postif loh
bagi Bumi kita ini. Yaaa karena dengan adanya anjuran pemerintah untuk tetap
dirumah saja sedikit masyarakat yang berpergian dengan menggunakan
kendaran bermotor. Hal itu membuat bumi menjadi lebih asri tanpa adanya
asap-asap kendaraan yang biasanya memenuhi jalanan sehingga membuat bumi
terasa panas dan sumpek. Tapi dibalik semua itu kita lebih menginginkan bumi
kembali seperti semua dan dengan manusianya yang mau menjaga serta
merawat lingkungannya. Lekas membaik seperti semula bumiku,
Mungkin segitu saja hehe

Terimakasih, wassalam..,

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH SEJARAH AGAMA KRISTEN(NILA LAELUL M.)

Sejarah Agama Kristen Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Sejarah Agama-Agama. Dosen Pengampu: Drs. Taufiqul Mu’in, M.Ag. Disusun oleh: Inka puji prastika (53040180053) Nila laelul munasiroh (53040180055) BAHASA DAN SASTRA ARAB FAKULTAS USHULUDIN, ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA TAHUN 2020 KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi Mata Sejarah Agama-Agama. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang sejarah munculnya agama kristen. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, dan referensi. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan baik. Dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan...

MAAF INI PENULISNYA SIAPA YA

Kemalasan dapat disebut sebagai keengganan untuk bekerja atau menggunakan energi untuk melakukan suatu aktivitas. Kemalasan seringkali datang dalam bentuk sikap suka menunda-nunda, yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi benar-benar enggan mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab. Jika rasa malas ini tidak dilawan, tentunya akan membuat sifat ini makin sulit dihilangkan yang berimbas pada menurunnya produktivitas. ูˆَู‚ُู„ِ ุงุนْู…َู„ُูˆุง ูَุณَูŠَุฑَู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู…َู„َูƒُู…ْ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ۖ ูˆَุณَุชُุฑَุฏُّูˆู†َ ุฅِู„َู‰ٰ ุนَุงู„ِู…ِ ุงู„ْุบَูŠْุจِ ูˆَุงู„ุดَّู‡َุงุฏَุฉِ ูَูŠُู†َุจِّุฆُูƒُู…ْ ุจِู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุนْู…َู„ُูˆู†َ Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya  kepadakamu apa yang telah kamu kerjakan. Agama Islam melarang umatnya untuk bermalas-malasan, hal tersebut sesuai dengan surat Al-Insyiroh ayat ke 7-8 ูَุฅِุฐَุง ูَุฑَุบ...

Nila Laelul Munasiroh (055) Tentang aku dan covid-19

Nama : Nila Laelul Munasiroh NIM :53040180055 Kelas: BSA B (UTS KEWIRAUSAHAAN) Narasi tentang covid 19 Melihat berita bahwa beberapa sekolah diliburkan hatiku merasa gelisah tak karuan, karena aku sendiri belum mendapat kabar tersebut dari kampusku. Beberapa saat kemudian kabar libur pun datang, awalnya aku merasa senang. Berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman tanpa memikirkan kabar esok hari yang akan datang. Saat belum ada himbauan, Magelang belum termasuk zona merah. Tapi setelah itu paradoks, semuanya pun menyesuaikan. Ditambah tugas yang terus menerus berdatangan, tugas di luar pemahaman dan kesiapan yang dirasa menyulitkan. Libur karena covid 19 ternyata begini rasanya, covid 19 yang merupakan virus baru yang memiliki gejala seperti penyakit biasa seperti batuk, pilek, pusing, dan lain-lain, membuat kami para pelajar, pekerja, ataupun yang lain harus merasakan libur yang tidak seharusnya kami rasakan. Bagaimana tidak seperti itu? S...