Langsung ke konten utama

Rizqi Novianti Lestari 53040180052


Nama : Rizqi Novianti Lestari
NIM : 53040180052
BSA B

A.    Pendapat Tentang COVID-19
COVID-19 atau yang sering disebut dengan virus corona adalah Salah satu nama virus yang baru sekali muncul, yaitu pada tahun 2019 maka disebut dengan COVID-19. Virus ini adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini sangatlah berbahaya, bahkan bisa sampai mematikan. Virus ini bisa menyerang ke siapa saja, bayi, remaja, ibu hamil, bahkan hingga lansia. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China. Virus ini dapat menular dengan cepat, dan telah menyebar ke beberapa wilayah, hingga negara salah satunya Indonesia. Virus ini muncul di Indonesia pada bulan Februari, yang awalnya hanya 2 orang korban yang terkena kemudian tertular dengan yang lainnya. Hingga saat ini korban yang terkena dampak virus corona di Indonesia mencapai ribuan sekitar kurang lebih 4000. Sebagian orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami penakit pernafasan ringan hingga sedang, ada yang sembuh dan bahkan ada yang sampai mematikan.
B.     Cara Untuk Menghindari COVID-19
            Selain harus hati-hati masih banyak sekali cara untuk menghindari virus ini, diantaranya adalah :
1.      Dengan cara #dirumahaja. Cara ini bukan hanya hastag yan sedang viral, tapi cara ini memang salah satu cara yang paling penting untuk kita bisa menghindarinya. Dengan kita #dirumahaja bukan hanya kita yang bisa terjaga tapi keluarga kita pun bisa terjaga. Kita bisa terhindar dari uap, dari barang-barang di luar rumah yang kita tidak tahu mungkin ada virus yang menempel disitu, atau apa saja yang gampang sekali membuat kita tertular.
2.      Jika tidak memungkinkan untuk #dirumahaja atau jika kita ingin keluar dari rumah, kita bisa mengantisipasi diri kita agar tidak tertular virus itu dengan cara:
a.       Memakai masker saat keluar rumah.
b.      Membawa hand sanitizer  kemanapun kita pergi.
c.       Gunakan hand sanitizer untuk menyemprot barang-barang yang ada di sekitar kita.
d.      Memakai sarung tangan ketika sedang berpergian.
3.      Setelah berpergian, dan sampai dirumah. Kita bisa langsung taruh pakain yang kita pakai di ember, di rendam, kemudia langsung dicuci.
4.      Selalu membersihkan rumah kita agar terhindar dari virus yang membahayakan itu.
5.      Bisa dengan cara menyemprotkan disinfektan jika ada penyemprotan dari pihak kelurahan.
6.      Mengonsumsi makanan-makanan yang sehat, seperti: Buah-buahan, dan Sayur-sayuran.
7.      Social distancing (menjaga jarak). Kita bisa menjaga jarak kita dengan orang lain agar tidak tertular. Apalagi sekarang pemerintah telah menerapkan sistem PSBB (Pembatasan sosial berskala besar) di daerah-daerah tertentu khususnya JABODETABEK. Dan kita harus mematuhinya itu, karena itu bukan hanya peraturan biasa tapi itu adalah salah satu agar kita terhindar dari virus corona.
C.    Dampak Manfaat dalam Berwirausaha
Beberapa usaha banyak yg memiliki manfaat yang sangat bermanfaat bagi para pengusahanya. Seperti pengusaha makanan, ada beberapa pengusaha makanan yang pemasukannya jadi berkembang pesat karna kasus ini. Banyak para konsumen yang menafaatkan membeli langsung sekian banyak makanan untuk persediaan makanan di rumah mereka, karena mereka tidak ingin keluar rumah. Dari virus ini pengusaha makanan nasi kotak misalnya yang biasanya hanya membuat makanannya hanya ketika ada yang memesan, sekarang mereka bisa membuat nasi kotak pesanan hampir setiap hari karena banyak sekali yang memesan seperti kalangan selebritis yang hampir setiap hari ingin membagikan nasi kotak kepada orang-orang yang kurang mampu. Selain makanan, Pengusaha kain mempunyai manfaat yang sangat banyak. Banyak orang membeli kainnya hanya untuk membuat masker hingga beribu-ribu. Dan masih banyak manfaat lainnya.
D.    Dampak Madhorot dalam Berusaha
Selain banyak manfaat bagi para pengusaha, ada juga madharat atau dampak bahaya bagi pengusaha lainnya. Misalnya, pengusaha harian yang biasa berjualan di jalan-jalan. Karena keadaan ini pemerintah memberikan perintah untuk #dirumah aja atau lockdown, mereka tidak bisa keluar rumah untuk berjualan seperti biasanya. Mereka hanya bisa diam dirumah dengan penghasilan seadanya. Bahkan ada dari mereka yang hanya menunggu bantuan dari pemerintah. Ada pun bentuk madharat yang lainnya pengusaha-pengusaha yang mampu berjualan tapi pemasukan mereka tidak seperti biasanya. Pemasukan mereka terkadang lebih kecil dari biasanya, karena para konsumen lebih memilih untuk belanja online ketimbang datang langsung dan membeli di tempat. Lalu bagaimana para pengusaha yang tidak mempunyai aplikasi online?. Mereka hanya bisa gigit jari dan menerima keadaan yang ada sekarang. Semoga wabah ini cepat berlalu aamiinn.
E.     Peluang Bisnis yang Bisa Diambil Selama Wabah Ini Belum Selesai.
Selain banyak manfaat, dan madharat dari wabah ini tapi kita tetap harus bertahan hidup demi untuk menghidupi segalanya. Salah satunya kita harus bisa mencari peluang bisnis agar bisnis itu laku di pasara, dan masyarakat. Misalnya seperti jualan online. Jaman sekarang banyak sekali orang yang menat dengan belanja online, bahkan dalam kondisi seperti ini memungkinkan orang untuk berbelanja pakaian untuk lebaran seperti tradisi tahun-tahun biasanya, dan sekarang dengan menggunakan fasilitas belanja online. Kita bisa merintis bisnis online kecil-kecilan seperti dengan menjual pakaian. Tidak hanya baju, dalam situasi seperti ini wabah yang sangat membahayakan ini banyak sekali orang yang membutuhkan masker. Apalagi masker yang bisa kita gunakan adalah masker kain. Dari kebutuhan para konsumen itu kita bisa membuat bisnis berjualan masker kain yang banyak diminati para konsumen, dan membuat para konsumen tertarik. Mungkin dari model masker yang bermacam-macam seperti bunga-bunga dan dijual dengan harga yang tidak mahal. Yang terpenting adalah tetap bisa digunakan untuk mencegah virus yang sedang melanda ini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH SEJARAH AGAMA KRISTEN(NILA LAELUL M.)

Sejarah Agama Kristen Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Sejarah Agama-Agama. Dosen Pengampu: Drs. Taufiqul Mu’in, M.Ag. Disusun oleh: Inka puji prastika (53040180053) Nila laelul munasiroh (53040180055) BAHASA DAN SASTRA ARAB FAKULTAS USHULUDIN, ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA TAHUN 2020 KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi Mata Sejarah Agama-Agama. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang sejarah munculnya agama kristen. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, dan referensi. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan baik. Dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan...

MAAF INI PENULISNYA SIAPA YA

Kemalasan dapat disebut sebagai keengganan untuk bekerja atau menggunakan energi untuk melakukan suatu aktivitas. Kemalasan seringkali datang dalam bentuk sikap suka menunda-nunda, yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi benar-benar enggan mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab. Jika rasa malas ini tidak dilawan, tentunya akan membuat sifat ini makin sulit dihilangkan yang berimbas pada menurunnya produktivitas. وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya  kepadakamu apa yang telah kamu kerjakan. Agama Islam melarang umatnya untuk bermalas-malasan, hal tersebut sesuai dengan surat Al-Insyiroh ayat ke 7-8 فَإِذَا فَرَغ...

Nila Laelul Munasiroh (055) Tentang aku dan covid-19

Nama : Nila Laelul Munasiroh NIM :53040180055 Kelas: BSA B (UTS KEWIRAUSAHAAN) Narasi tentang covid 19 Melihat berita bahwa beberapa sekolah diliburkan hatiku merasa gelisah tak karuan, karena aku sendiri belum mendapat kabar tersebut dari kampusku. Beberapa saat kemudian kabar libur pun datang, awalnya aku merasa senang. Berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman tanpa memikirkan kabar esok hari yang akan datang. Saat belum ada himbauan, Magelang belum termasuk zona merah. Tapi setelah itu paradoks, semuanya pun menyesuaikan. Ditambah tugas yang terus menerus berdatangan, tugas di luar pemahaman dan kesiapan yang dirasa menyulitkan. Libur karena covid 19 ternyata begini rasanya, covid 19 yang merupakan virus baru yang memiliki gejala seperti penyakit biasa seperti batuk, pilek, pusing, dan lain-lain, membuat kami para pelajar, pekerja, ataupun yang lain harus merasakan libur yang tidak seharusnya kami rasakan. Bagaimana tidak seperti itu? S...