ASSALAMU'ALAIKUM WR.WR.
KAWAN - KAWAN JURUSAN BAHASA DAN SASTRA ARAB DENGAN MATERI KEWIRAUSAHAAN YANG TERCINTA.
KITA BELAJAR DENGAN SISTEM ONLINE, NYANTAI, BISA KAPAN SAJA DI LAKUKAN, NAMUN JANGAN TERLALU NYANTAI SEHINGGA TIDAK PERNAH
MEMBUKA MATERI DAN MENJAWAB PERTANYAAN2 YANG DI BERIKAN PARA DOSEN
KITA SAMA2 PUNYA HAK DAN KWAJIBAN MASING2 YANG SALING MENGHORMATI ANTARA KEDUA PIHAK ( MAHASISWA DAN DOSEN/PENGAJAR)
PENGALAMAN PADA TAHUN-TAHUN YANG LALU TIDAK PERNAH BERANGKAT SAMA SEKALI NAMUN MINTA NILAI DI KELUARKAN SEHINGGA PARA DOSEN/PENGAJAR JUGA TIDAK MUNGKIN BISA MENGELUARKAN NILAI TERSEBUT (mohon maaf ini untuk catatan kita saja)
RABU 22 APRIL 2020 MATERI KEWIRAUSAHAAN
ADAKAH AYAT - AYAT AL - QUR'AN DAN HADIST NABI YANG MENGANJURKAN UNTUK TIDAK BERMALAS - MALASAN / RAGU MELALUKAN USAHA/BEKERJA/BERWIRAUSAHA ?
1. DI PERSILAHKAN UNTUK MENCARI DALIL TERSEBUT
2. BAGAIMANA PENDAPAT ANDA TETANG DALIL YANG ANDA TEMUKAN
ü BISA DI BUAT MAKALAH ATAU BISA LANGSUNG KOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR DI BAWAH INI, ATAU MUNGKIN ADA CONTOH SEJARAH/ CERITA SESEORANG SILAHKAN DI TULIS DAN DIDISKUSIKAN DI KOLOM KOMENTAR.
ü WAKTU MULAI HARI RABU INI tgl 22 APRIL 2020 SAMPAI KAMIS TGL. 28 APRIL 2020 PUKUL 12 SIANG,JIKA SANGAT-SANGAT TERPAKSA KARNA
ü KONDISI TIDAK MEMUNGKINKAN, KAMI BERI TOLERANSAI WAKTU SAMPAI HARI SELASA MENDATANG, LEBIH CEPAT LEBIH BAIK
ü DAFTAR HADIR BISA KAMI LIHAT SESUAI JAWABAN YANG ANDA TULIS DI KOLOM KOMENTAR ATAU MAKALAH YANG MASUK INSYA ALLAH LEBIH FALID.
Demikian yang bisa kami sampaiakan, mohon maaf jika khilaf, selamat belajar mengerjakan tugas dan selamat beraktivitas kembali sesuai dengan kondisi masing-masing, salam untuk keluarga Kawan2 semuanya, semoga selalu di beri kesehatan dan hidup bisa bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat pada umumnya.amin.
Wassalam wr.wb.
RABU 22 APRIL 2020
TURJANGUN
Pengampu Kewirausahaan
Wa'alaikumussalam baik Pak.
BalasHapusWaalaikumsalam wr.wb pak semoga sehat selalu
BalasHapuswaalaikumsalam baik pak terimakasih
BalasHapuswaalaikum salam pak,, baik pak.. terimakasih...
BalasHapusWaalaikumsalam baik pak
BalasHapuswa'alaikumsalam baik pak, terimakasih
BalasHapusWa'laikumsalam pak, terimakasih
BalasHapusWaalaikumsalam
BalasHapusTerimakasih pak
Waalaikumsalam
BalasHapusterimakasih pak
Nama : Nova Adi Pratama
BalasHapusNim : 53040180009
Kelas :BSA A
Merupakan pekerjaan yang paling baik
Dalam Hadis
عن رفاعة بن رافع رضى الله عنه أنّ النبي صلى الله عليه وسلم سئل : أي الكسب أطيب ؟ قال : عمل الرجل بيده ,وكل بيع مبرور . رواه البزار وصححه الحاكم
Artinya:
Dari Rifa'ah bin Rafi' bahwa Nabi S.A.W pernah ditanya, "pekerjaan apakah yang paling baik?" beliau besabda "pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan usahanya sendiri , dan setiap jual beli yang baik." riwayat Al-Bazzar.
Hadis ini dapat di simpulkan bahwa kita harus bisa berwirausaha sebagai pekerjaan yg baik, bukan maksud pekerjaan yang lain tidak baik, namun berwirausaha memang lebih baik karena selain kita mendapat laba, kita juga bisa meningkatkan kreativitas kita, kita juga bisa memberi manfaat bagi orang lain dari produk yang kita jual.
Nama : Atma Nur Mahmuddah
BalasHapusKelas : BSA B
Nim : 53040180033
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
عَنْ عَاصِمْ بْنِ عُبَيْدِ الله عَنْ سَالِمْ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ للهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ(أخرجه البيهقى)
“Dari ‘Ashim Ibn ‘Ubaidillah dari Salim dari ayahnya, Ia berkata bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai orang mukmin yang berkarya.”(H. R. Al-Baihaqi).
Berdasarkan hadits di atas dapat disebutkan bahwa berwirausaha merupakan kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan memerlukan adanya kreativitas dan inovasi.
Sebagai seorang wirausaha haruslah bisa memanfaatkan peluang usaha, harus kreatif dan inovatif agar semakin banyak yang minat terhadap usahanya.
Wirausahawan harus mampu menemukan dan menciptakan peluang baru untuk berbisnis, sehingga tidak khawatir kehabisan ide untuk berwirausaha meskipun bergelut dengan persaingan yang sangat ketat.
Kita sebagai wirausaha harus bisa mengembangkan ide yang menarik dan skill/ kemampuan berwirausaha agar lebih disukai dan diminati oleh banyak orang, karena semakin kita ber inovatif terhadap usaha yang kita tekuni semakin banyak pula produk usaha yang dipasarkan, dan mendorong kita untuk terus menciptakan ide-ide baru yang dibutuhkan dan diminati oleh masyarakat.
Nama : Aminatur Rodiyah
BalasHapusNIM : 53040180006
Kelas : BSA A
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ath-Thalaq. Disebutkan dalam ayat 2-3,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (۳) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah ﷻ maka Dia ﷻ akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tak tidak disangka-sangka” (Q.S Ats\h-Thalaq 2-3).
Bermalas-malasan juga jadi sebab rezeki sulit datang. Karena seorang muslim dituntut kerja dan tawakkal pada Allah. Contohilah burung seperti yang disebutkan dalam hadits berikut. "Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Tirmidzi, no. 2344; Ibnu Majah, no. 4164; Ahmad, 1:30. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Nama : Itsnaini Umroh Habibah
BalasHapusNIM : 53040180008
Kelas : BSA A
Surah Al Mulk ayat 15
هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
Menurut ayat tersebut, allah menjadikan bumi itu bagi manusia, maka dari itu manusia mesti berjalan di segala penjuru bumi dan memakan sebagian rezeki yang dianugerahkan oleh Allah. Hanya kepada Allah manusia kembali setelah mereka dibangkitkan. Maknanya, setiap umat tidak boleh malas atau tidak bekerja. Meskipun dengan alas an semasa hidupnya sibuk beribadah dan bertawakal, namun jika tidak ada ikhtiar didalamnya sama saja bisa menurunkan harga diri dan kehormatan seorang muslim.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Rini Ahnita
BalasHapusNim. : 53040180021
kelas : BSA A
عن المقدام رضي الله عنه ، عن رسول الله
صلى الله عليه وسلم قال : ما أكل آحد طعاما قط خيرا من ان يأكل من عمل يده. وان نبي الله داود عليه السلام كان يأكل من عمل يده (أخرجه البخارى)
Artinya: “Dari Al-Miqdam bin Ma’dikariba ra., dari Rasulullah SAW., beliau bersabda: seseorang yang makan hasil usahanya sendiri, itu lebih baik. Sesungguhnya nabi Daud as., makan dari hasil usahanya sendiri.”
Dalam Islam digunakan istilah kerja keras, kemandirian (biyadihi), dan tidak cengeng. Bekerja adalah aktivitas dinamis dan mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan tertentu (jasmani dan rohani) dan di dalam mencapai tujuannya tersebut dia berupaya dengan penuh kesungguhan untuk mewujudkan prestasi yang optimal sebagai bukti pengabdian dirinya kepada Allah SWT. Untuk meraih keberhasilan yang optimal.kita tidak boleh bermalas malasan dan harus semangat dalam bekerja. kerja mempunyai etika yang harus selalu diikut sertakan didalamnya, oleh karenanya kerja merupakan bukti adanya iman dan barometer bagi pahala dan siksa. Hendaknya setiap pekerjaan disamping mempunyai tujuan akhir berupa upah atau imbalan, namun harus mempunyai tujuan utama, yaitu memperoleh keridhaan Allah SWT
Nama : Irvan M Faza
BalasHapusNIM : 53040180039
Kelas : BSA B
*Hukum Santri / Mahasiswa yang Doyan Rebahan*
Rojul adalah seorang santri / Mahasiswa . Dia mesantren / Kuliah karena kehendak orang tuanya. Bukan kehendak sendiri. Karena demikian, Rojulpun tidak semangat dalam belajar di pesantren / Kampus . Bawaannya pengen rebahan terus. Ngaji malas, makul malas ,hafalan juga. Pokoknya "hobi rebahan, tapi cita-cita jadi sultan".
*Pertanyaan:*
Bagaimanalah hukum kelakuan si Rojul tadi?
*Jawab:*
Dosa sebab tidak belajar, dosa karena mengecewakan orang tua, dan juga dosa karena tidak mau belajar ilmu agama.
*Referensi:*
تنبيه ؛ ينبغي أن يكون من الكبائر ترك تعلم ما يتوقف عليه صحة ما هو فرض عين عليه لكن من مسائل الظاهرة لاالخفية
تحفة هامش 10/215)
طاعة الوالدين واجبة إلا في معصية الله
فتاوى الشبكة الإسلامية [8 /286]
فتجب طاعة الوالدين فيما أمر به ما لم يكن ذلك الأمر معصية، فهما الجنة والنار، من أطاعهما فقد امتثل أمر ربه وأمر رسوله ( بطاعتهما وحصل له مقصود هذه الطاعة من زيادة الخير والرزق وبركة العمر وزيادته، والفوز بالجنة بإذن الله تعالى، ومن عصاهما فقد عصى الله تبارك وتعالى واستحق سخطه فهو قريب من النار والعياذ بالله ، وسيقع له مثل ما فعل بأبويه من أبنائه ، لأن هذا دين كما أخبر بذلك المصطفى ( فقال : (( بروا آباءكم تبركم أبناؤكم )) .
حق الوالدين [ص 19]
عقوق الوالدين من الكبائر:
وإذا كان بر الوالدين مروءة وعبادة وفريضة فإن عقوقهما جريمة وكبيرة، وإن من أكبر الكبائر عند الله يوم القيامة الإشراك بالله وعقوق الوالدين، قال – صلى الله عليه وسلم – : ((ثلاثة لا يدخلون الجنة العاق لوالديه، والديوث، والرجلة من النساء)).
مقالات موقع الألوكة [ /3]
صدور ما يتأذى به الوالدين من قول أو فعل، وعرفه بعضهم بأن ضابط العقوق هو أن يحصل للوالدين أو لأحدهما إيذاء ليس بالهين عُرفًا، فسبهما وعصيانهما والتلكؤ في قضاء شؤونهما ومد اليد بالسوء إليهما ولعنهما وغيبتهما والكذب عليهما؛ كل ذلك عقوق ونكران للجميل، وكذلك نهرهما وتوبيخهما وقهرهما والتأفف منهما والتكبر عليهما والدعاء عليهما كأن يقول الابن لوالده: أراحنا الله منك، أو أخذك الله، أو عجل الله بزوالك، كل ذلك عقوق وإثم كبير وذنب عظيم.
موسوعة خطب المنبر [ص 2007] صدور ما يتأذى به الوالدين من قول أو فعل، وعرفه بعضهم بأن ضابط العقوق هو أن يحصل للوالدين أو لأحدهما إيذاء ليس بالهين عُرفًا، فسبهما وعصيانهما والتلكؤ في قضاء شؤونهما ومد اليد بالسوء إليهما ولعنهما وغيبتهما والكذب عليهما؛ كل ذلك عقوق ونكران للجميل، وكذلك نهرهما وتوبيخهما وقهرهما والتأفف منهما والتكبر عليهما والدعاء عليهما كأن يقول الابن لوالده: أراحنا الله منك، أو أخذك الله، أو عجل الله بزوالك، كل ذلك عقوق وإثم كبير وذنب عظيم.
موسوعة خطب المنبر [ص 2007]
Nama : ira andini
BalasHapusNim. : 53040180036
Prodi : BSA B
Manusia selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan, berusaha untuk apa yang di harapkan salah satunya adalah harta kekayaan. Banyak manusia berlomba-lomba untuk mencukupi kebutuhannya, oleh karena itu islam menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa bekerja dalam memenuhi segala kebutuhan mereka tanpa perlu meminta atau mengemis dari orang lain. Sebagaimana telah dijelaskan dalam QS al jumu’ah ayat 10 :
فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."
Dari ayat di atas Allah telah memerintahkan manusia untuk mencari rezeki yang halal, tidak berpangku tangan dan bermalas malasan. Nabi pun demikian ia bekerja dan berbuat. Rasulullah juga mengajarkan kepada kita untuk bekerja dan berwirausaha agar dapat hidup mandiri, tanpa bergantung pada pemberian orang lain. Namun, hal itu juga harus diimbangi dengan niat bahwa semua yang dilakukan oleh manusia harus dilandasi dengan selalu ingat kepada Allah yaitu dengan banyak berzikir agar kita mendapatkan kemenangan dengan apa yang kita inginkan dan selamat dari apa yang kita hindari. Tidak ada yang sia-sia dari segala yang dikerjakan atau dilakukan.
Nama: Ai Yinun Nisa
BalasHapusNIM : (53040180042)
Prodi : BSA B
Wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya.
عن المقدام رضي الله عنه ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ما أكل آحد طعاما قط خيرا من ان يأكل من عمل يده. وان نبي الله داود عليه السلام كان يأكل من عمل يده (أخرجه البخارى)
Artinya: “Dari Al-Miqdam bin Ma’dikariba ra., dari Rasulullah SAW., beliau bersabda: seseorang yang makan hasil usahanya sendiri, itu lebih baik. Sesungguhnya nabi Daud as., makan dari hasil usahanya sendiri.”
Islam memang tidak memberikan penjelasan secara eksplisit terkait konsep tentang kewirausahaan (entrepreneurship) ini, namun di antara keduanya mempunyai kaitan yang cukup erat, memiliki ruh atau jiwa yang sangat dekat, meskipun bahasa teknis yang digunakan berbeda. Dalam Islam digunakan istilah kerja keras, kemandirian, dan tidak cengeng. Setidaknya terdapat beberapa ayat al-Qur’an maupun Hadis yang dapat menjadi rujukan pesan tentang semangat kerja keras dani kemandirian ini, seperti: “Amal yang paling baik adalah pekerjaan yang dilakukan dengan cucuran keringatnya sendiri."
Nama : Ahmad Muta'alimun
BalasHapusNIM. : 53040180045
Kelas. : BSA B
فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ
(Bahasa Indonesia)
Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),
-Surat Al-Insyirah, Ayat 7
Dalam ayat di atas sangat jelas bahwa kita tidak boleh bermalas-malasan, termasuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita didunia. Tugas kita berusaha soal hasil kita serahkan pada Allah.
وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرۡغَب
(Bahasa Indonesia)
dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
-Surat Al-Insyirah, Ayat 8
Nama : Rizqi Novianti Lestari
BalasHapusNim : 53040180052
Kelas : BSA B
عن عاصم بن عبيد الله ، عن سالم ، عن أبيه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ان الله يحب المؤمن المحترف.
Artinya: Dari ashim bin ubaidillah, dari salim, dari bapaknya, berkata: Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT menyangi orang mukmin yang bekerja secara terampil.”
Dari hadis diatas sangat jelas bahwa Allah menyayangi orang yg bekerja. Maka kita harus berusaha, dan bekerja dengan keras dengan sungguh2. Karena sesungguhnya Allah menciptakan kita di dunia ini salah satunya adalah untuk bekerja dan berusaha. Dan seperti yg disebutkan dalam Al-qur'an surah Al furqan ayat 47
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا
Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
Dari ayat diatas jelas Allah memerintahkan kita untuk bekerja dan berusaha pada siang hari, dan menggunakan waktu malam untuk istirahat. Karena Allah sangat menyukai orang yg mau berusaha dan tidak bermalas-malasan. Maka, kita sebagai umat islam harus mempunyai usaha entah usaha dalam bentuk apapun itu.
Nama : Mohammad Khatami
BalasHapusNim : 53040180060
Kelas : BSA B
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
"Dialah zat yang menjadikan bumi ini mudah buat kamu. Oleh karena itu berjalanlah di permukaannya dan makanlah dari rezekinya." (QS. Al-Mulk: 15)
Setiap muslim tidak seharusnya bermalas-malas bekerja untuk mencari rezeki dengan dalih sibuk beribadah atau tawakkal kepada Allah, atau bahkan merasa tidak memiliki kemampuan untuk bekerja. Pada ayat tersebut merupakan mabda' (prinsip) dalam Islam. Bumi ini oleh Allah diserahkan kepada manusia dan dimudahkannya. Justru itu manusia harus memanfaatkan nikmat yang baik ini serta berusaha di seluruh seginya untuk mencari anugerah Allah itu.
Seorang muslim tidak boleh menggantungkan dirinya kepada uluran tangan orang lain melalui meminta-minta, padahal dia masih mampu berusaha untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri dan keluarga serta tanggungannya. Dalam sebuah hadist Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Sedekah tidak halal buat orang kaya dan orang yang masih mempunyai kekuatan dengan sempurna." (HR. al-Tirmidzi)
Nama : Khoirunniswatin
BalasHapusNIM : 53040180004
Kelas :BSA A
عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَۃَ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلَّی اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ أَحْبُلَهُ فَيَأْتِيَ الْجَبَلَ فَيَجِٸَ بِحُزْمَۃِ حَطَبِِ عَلَی ظَهْرِهِ فَيَبِيْعَهَا فَيَسْتَغْنِيَ بِثَمَنِهَا خَيْرُ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أوْ مَنَعُوْهُ (رواه ابن ماجه)
Dari Urwah ra. Rasulullah saw. bersabda: "Seseorang membawa tali ke gunung, kemudian datang dengan seikat kayu dipunggungnya, kemudian menjualnya karena butuh uangnya, lebih baik baginya daripada meminta-minta pada orang, di mana adakalanya memberi dan adakalanya tidak memberi". (HR. Ibnu Majah)
Dari hadits tersebut dapat diambil pelajaran bahwa pekerjaan apapun asalkan itu halal Allah akan tetap memberikan hasilnya... walaupun hanya pekerjaan kecil itu lebih baik daripada hanya meminta-minta, atau bahkan hanya bermalas-malasan dan berpangku tangan saja tanpa berusaha sedikitpun.
BalasHapusNama : Ilyashidayah
Nim. : 53040180029
Kelas.: Bsa. A
1. QS. Az-Zumar [39]:39
قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ
Katakanlah: “Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja(pula), maka kelak kamu akan mengetahui,
Didalam ayat Al-Qur'an diatas menjelaskan tentang betapa pentingnya bekerja keras karena apa yang kita kerjakan pasti akan mendapatkan hasil dan sedikit atau besarnya hasil kita tergantung dengan usaha yang kita lakukan. Selain itu juga Allah mewajibkan setiap umat islam untuk bekerja keras dan tidak akan sempurna ibadah seorang muslim apabila ia tidak bekerja keras.
Nama : Adib Oktavian Hertanto
BalasHapusNIM : 53040180023
Kelas :Bsa A
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
عَنْ عَاصِمْ بْنِ عُبَيْدِ الله عَنْ سَالِمْ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ للهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ (أخرجه البيهقى)]
“Dari ‘Ashim Ibn ‘Ubaidillah dari Salim dari ayahnya, Ia berkata bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai orang mukmin yang berkarya.”(H. R. Al-Baihaqi).
Berdasarkan hadits di atas dapat disebutkan bahwa berwirausaha merupakan kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan memerlukan adanya kreativitas dan inovasi.
Kreatifitas adalah mampu menangkap dan menciptakan peluang-peluang bisnis yang bisa dikembangkan. Di tengah persaingan bisnis yang ketat sekalipun seorang wirausaha tetap mampu menangkap dan menciptakan peluang baru untuk berbisnis, sehingga ia tidak pernah khawatir kehabisan lahan
BalasHapusNama:Ahmad Abdul Haq
NIM :53040180028
BSA a
اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۙ اُولٰٓٮِٕكَ هُمۡ خَيۡرُ الۡبَرِيَّةِ
7. Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Berkaitan dengan dalil yang saya temukan dan mata kuliah kewirausahaan. Saya beranggapan bahwa ayat tersebut berkorelasi antara kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Dalam ayat tersebut disebutkan 'orang-orang yang beriman' dan 'orang yang melakukan amal kebajikan' adalah sebaik-baik makhluk. Jika kita ingin menjadi sebaik-baik makhluk, menurut ayat tersebut kita harus memiliki dua syarat. Yang pertama kita harus menjadi orang yang beriman, kemudian yang kedua menjadi orang yang beramal kebajikan. Jika tidak mengerjakan salah satu belum bisa disebut 'sebaik-baik makhluq'. Dalam kaitannya dengan mata kuliah kewirausahaan ini, maka pada syarat yang kedua ini bisa juga dipahami agar kita bekerja atau dalam mencari maisyah yang baik, tidak hanya beramal dalam artian beribadah secara baik saja.
Alhamdulillah luar biasa, untuk saling mengingatkan sesama kawan, semoga bermanfaat bagi diri kita sendiri dan kawan yang lain, bagi yang belum di persilahkan, besok sudah hari selasa, baru 26 yang masuk
BalasHapusNama : Dewi Musyarofah
BalasHapusNIM : 53040180057
Kelas : BSA B
Pendapat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu,
أرى الشاب فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل فيسقط من عيني
“Aku melihat seorang pemuda, ia membuatku kagum. Lalu aku bertanya kepada orang-orang mengenai pekerjaannya. Mereka mengatakan bahwa ia tidak bekerja. Seketika itu pemuda tersebut jatuh martabatnya di mataku”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إن أطيب كسب الرجل من يده
“Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya”
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seorang lelaki yang kulit tangannya kasar, beliau bersabda,
هذه يد يحبها الله ورسوله
“Tangan ini dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya”
Jika seseorang duduk di masjid menyibukkan diri dalam urusan agama, menuntut ilmu agama atau beribadah namun menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya, ia adalah seorang pendosa. Ia tidak paham bahwa bekerja untuk menjaga iffah dirinya, istrinya dan anak-anaknya adalah ibadah. Terdapat hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الساعي على الأرملة والمسكين كالمجاهد في سبيل الله
“Petugas pengantar shadaqah untuk janda dan orang miskin bagaikan mujahid di jalan Allah”
Al Baihaqi dalam kitabnya, Syu’abul Iman, membawakan sebuah riwayat dari Umar radhiyallahu ‘anhu:
يا معشر القراء (أي العباد) ارفعوا رؤوسكم، ما أوضح الطريق، فاستبقوا الخيرات، ولا تكونوا كلاً على المسلمين
“Wahai para pembaca Qur’an (yaitu ahli ibadah), angkatlah kepada kalian, sehingga teranglah jalan. Lalu berlombalah dalam kebaikan. Dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”
Dan janganlah menjadi beban bagi orang lain. Muhammad bin Tsaur menceritakan, suatu ketika Sufyan Ats Tsauri melewati kami yang sedang berbincang di masjidil haram. Ia bertanya: ‘Kalian sedang membicarakan apa?’. Kami berkata: ‘Kami sedang berbincang tentang mengapa kita perlu bekerja?’. Beliau berkata:
اطلبوا من فضل الله ولا تكونوا عيالاً على المسلمين
“Carilah rezeki dari Allah dan janganlah menjadi beban bagi kaum muslimin”.
Pada kesempatan lain, Sufyan Ats Tsauri sedang sibuk mengurus hartanya. Lalu datanglah seorang penuntut ilmu menanyakan sebuah permasalahan kepadanya, padahal beliau sedang sibuk berjual-beli. Orang tadi pun lalu memaparkan pertanyaannya. Sufyan Ats Tsauri lalu berkata: ‘Wahai anda, tolong diam, karena konsentrasiku sedang tertuju pada dirhamku, dan ia bisa saja hilang (rugi)’. Beliau pun biasa mengatakan,
لو هذه الضيعة لتمندل لي الملوك
“Jika dirham-dirham ini hilang, sungguh para raja akan memanjakan diriku”
Ayyub As Sikhtiani berkata:
الزم سوقك فإنك لا تزال كريماً مالم تحتج إلى أحد
“Konsistenlah pada usaha dagangmu, karena engkau akan tetap mulia selama tidak bergantung pada orang lain”
Agama kita tidak mengajak untuk miskin. Ali radhiallahu ‘anhu berkata:
لو كان الفقر رجلاً لقتلته
“Andaikan kefaqiran itu berwujud seorang manusia, sungguh akan aku bunuh ia”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berdoa,
اللهم إني أعوذ بك من الكفر والفقر
“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kekafiran dan kefaqiran”
Maka wajib bagi setiap muslim untuk bekerja, berusaha, bersungguh-sungguh dan tidak menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya. Orang yang hanya duduk diam, ia bukanlah mutawakkil (orang yang tawakal), melainkan ia adalah mutawaakil (orang yang pura-pura tawakkal). Ini adalah kemalasan.
Manusia diciptakan di dunia agar mereka dapat bekerja, berusaha dan bersungguh-sungguh. Para nabi pun bekerja, Abu Bakar radhiallahu ‘anhu pun berdagang. Orang yang berpendirian bahwa duduk diam tanpa bekerja adalah tawakkal, kemungkinan pertama ia memiliki pemahaman agama yang salah, atau kemungkinan kedua ia adalah orang malas yang gemar mempercayakan urusannya pada orang lain.
BalasHapusNama : sholikhul habibulloh
Prodi. : BSA(A) smt 4
Nim. : 53040180024
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إن أطيب كسب الرجل من يده
“Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya”
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat seorang lelaki yang kulit tangannya kasar, beliau bersabda,
هذه يد يحبها الله ورسوله
“Tangan ini dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya”
Dari sabda rasulullah SAW. Kita bisa mengambil kesimpulan bahwasanya kita diharuskan senantiasa untuk selalu usaha dalam kategori apapun, terutama dalam bekerja atau berusaha. karena itu sebagai wujud bahawa kita sebagai makhluk yang sempurna harus bisa menggunakan anggota badan kita dengan hal yang baik terutama bekerja, bekerja pun juga bentuk perang dijalan Allah, bagaimana tidak? Karena bekerja juga termasuk dalam kategori beribadah, Karena imbasnya kita memberikan makan sanak keluarga, istri, anak, dan faqir miskin dengan membuat mereka tidak kelaparan, bukankah itu perbuatan yang sangat mulia?? Kanjeng nabi pun juga bekerja, abu bakar juga bekerja, ternyata usaha bekerja dengan keras memang sudah diajarkan nabi dari zaman dahulu kala. Maka dari itu kita harus tetap semnagt, tetap bekerja keras walaupun sulit walaupun itu tidak mudah tapi yakinlah, Allah pasti akan memberikan jalan yang baik bagi orang yang mau berbuat kebaikan.
Nama: Husain Dzulfikar
BalasHapusprodi: Bahasa dan Sastra Arab
NIM : 53040180025
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
dari ayat diatas jelas dapat kita ketahui bahwa sekecil apapun suatu usaha maka pastilah akan dilihat dan akan ada balasannya dari Allah SWT, maka dari itu hendaklah kita tidak bermalas malasan dalam melakukan sesuatu, terlebih lagi sesuatu tersebut bernilai kebaikan, seperti halnya berwirausaha.
wallahu a'lam bissawab.
NAMA: Dina Safira Ikmaliani
BalasHapusNIM: 53040180005
KELAS: BSA A
لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ. البقرة: 286
Artinya : “Allah tidak membebani orang melainkan sesuai kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.”(QS. Al Baqarah: 286)
Dari ayat tersebut, Allah menghendaki kita untuk terus berusaha dan tidak ragu akan usaha kita. Karena Allah tidak akan membebani kita melebihi kesanggupan kita. Setiap usaha pasti ada balasannya. Karena Allah memberi hasil kepada kita sesuai dengan usaha yang kita lakukan. Seperti dalam berwirausaha, kita dianjurkan untuk tetap konsisten dan tidak bermalas-malasan dalam hal tersebut. Karena barangkali dalam usaha tersebut terdapat rezeki yang telah disiapkan Allah untuk kita. Ketika kita bermalas-malasan dalam berwirausaha, maka sama dengan kita kufur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah.
Nama: Arifa Annabila Putri
BalasHapusNIM: 53040180003
Kelas: BSA A
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن أطيب كسب الرجل من يده
“Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya”
Dalam sebuah hadis yang Artinya, “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT meridhoi kalian karena tiga perkara dan membenci dari kalian tiga perkara. Meridhoi kalian jika kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, kalian berpegang teguh terhadap tali agama Allah SWT secara bersama-sama dan saling menasehati terhadap orang yang Allah SWT beri perwalian urusan kalian. Membenci kalian jika banyak bicara, menyia-nyiakan harta dan banyak bertanya.” (HR. Malik)
Dari hadis2 tersebut, kita melihat jika Allah SWT sangat membenci orang (hamba-Nya) yang banyak bicara dan malas bekerja. Allah memberi kita rezeki berupa harta dan anggota badan yang sehat agar kita pakai untuk melakukan hal yang bermanfaat.
Salah satunya dengan bekerja atau berwirausaha. Tetap dengan niat dan ikhtiar yang baik kita harus bekerja dan mengusahakan untuk hidup agar kita sanggup beribadah kepada Allah. Perintah Allah sendiri "berlomba-lombalah dalam kebaikan" juga salah satu perintah agar kita tidak bermalas-malasan.
Bismillah.
BalasHapusNama : Trimo Wati
NIM : 53040180015
Kelas : BSA A
Saya mencoba menjawab pertanyaan bapak njih..
Qs. At-Taubah:105
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya : "Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.""
Penjelasan :
Ayat itu jelas menegaskan kepada kita bahwa Allah menyuruh kita untuk bekerja dan dilarang bermalas-malasan. Dalam artian ini, bekerja apapun boleh, yang terpenting halal. Berwirausaha juga termasuk dalam bekerja, di mana mengandung unsur kita mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan. Ketika kita berwirausaha dengan yakin dan ikhlas atau sesuai dengan yang diajarkan Allah, maka sudah pasti Allah akan membersamai langkah kita. Allah beserta Rasul dan orang mukmin lainnya akan melihat perkerjaan kita, dan kita akan diperlihatkan kembali di akhirat kelak.
Wallahu a'lam..
BalasHapusPENDPAT SAYA TENTANG JANGAN MALAS DIDALAM BERUSAHA
Nama: Muhammad Zaini
Nim: 53040180040
Prodi: Bahasa dan sastra Arab B
Kemalasan dapat disebut sebagai keengganan untuk bekerja atau menggunakan energi untuk melakukan suatu aktivitas. Kemalasan seringkali datang dalam bentuk sikap suka menunda-nunda, yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi benar-benar enggan mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab. Jika rasa malas ini tidak dilawan, tentunya akan membuat sifat ini makin sulit dihilangkan yang berimbas pada menurunnya produktivitas.
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya kepadakamu apa yang telah kamu kerjakan
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ، وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب
Maka dari itu kita harus bisa melawan rasa malas agar apa yang kita inginkan bisa segera tercapai.
Kemudian Allah juga menyeru kepada manusia untuk berkecimpung di dunia ekonomi, bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi anggota yang bekerja dalam sebuah masyarakat, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun orang lain.
Sementara itu Rasulullah Muhammad SAW memberikan tuntunan, bahwa salah satu cara yang paling baik dan utama untuk mencukupi kebutuhan hidup adalah lewat hasil pekerjaan dan usaha sendiri.
Hal itu sebagaimana sabda beliau:
عَنْ الْمِقْدَامِ رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَ إِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمِ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ (أخرجه البخري)
“Dari Miqdam ra. Dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: Seseorang yang makan dari hasil usahanya sendiri, itu lebih baik. Sesungguhnya Nabi Daud as makan dari hasil usahanya sendiri.” (H. R. Al-Bukhori).
Berwirausaha merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda-beda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa berwirausaha adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang berbeda dari yang lain, atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
عَنْ عَاصِمْ بْنِ عُبَيْدِ الله عَنْ سَالِمْ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ للهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ (أخرجه البيهقى)
“Dari ‘Ashim Ibn ‘Ubaidillah dari Salim dari ayahnya, Ia berkata bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya Allah menykai orang mukmin yang berkarya.”(H. R. Al-Baihaqi)
Berdasarkan hadits di atas dapat disebutkan bahwa berwirausaha merupakan kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan memerlukan adanya kreativitas dan inovasi. Kreatifitas adalah mampu menangkap dan menciptakan peluang-peluang bisnis yang bisa dikembangkan. Di tengah persaingan bisnis yang ketat sekalipun seorang wirausaha tetap mampu menangkap dan menciptakan peluang baru untuk berbisnis, sehingga ia tidak pernah khawatir kehabisan lahan. Sedangkan inovasi adalah mampu melakukan pembaruan-pembaruan dalam menangani bisnis yang digelutinya, sehingga bisnis yang dilakukannya tidak pernah usang dan selalu dapat mengikuti perkembangan zaman. Sifat inovatif ini akan mendorong bangkitnya kembali kegairahan untuk meraih kemajuan dalam berbisnis. Jadi orang yang berkarya akan memberikan kontribusi bagi masyarakat banyak dengan kreatifitas dan inovasinya untuk menemukan sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya.
Marilah kita belajar berwirausaha dari hal sekecil apapun agar kita bisa mewujudkan inovasi baru yang dapat memotivasi diri kita atau orang lain untuk hidup mandiri dengan usaha sendiri.
Lawan rasa malas dan jangan takut untuk mencoba hal baru
Nama : Rika Kris Wijayanti
BalasHapusNim 037
عن أنس بن مالك قل: كان رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول: اللهمّ إنّى أعوذ بك من العجز والكسل والجبن والهرم والبخل وأعوذ بك من عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات
Artinya: "Dari Anas bin Malik berkata, Rasul SAW bersabda: ya Allah sesungguhnya aku berlindung pada-Mu dari kelemahan, kemalasn, penakut, pikun, serta kikir dan aku berlindung pada-Mu dari siksa kubur dan bencana kehidupan dan kematian." (HR. Muslim).
Rasulullah saw melarang umatnya menjadi umat yang lemah, malas, penakut, dan kikir. Nabi mengajarkan agar umat islam terlepas dari segala bentuk kelemahan, kemalasan, kepenakutan dan kebakhilan karena semua itu merupakan sumber ketertinggalan dan kemunduran.
Sifat malas, lemah, penakut, dan kikir tidak dimiliki oleh seorang wirausahawan. Tidak mungkin seseorang akan mampu menjadi wirausahawan sejati jika dalam dirinya terdapat sifat-sifat negatif tersebut. Karena itu, umat Islam dengan senantiasa membaca doa tersebut di harapkan menjadi rajin, kuat fisik dan mentalnya, pemberani, dan dermawan. Bermodalkan sifat-sifat ini, mereka akan mampu bekerja dan berwirausaha dengan baik. Jika rajin dalam bekerja dan berwirausaha, maka mereka akan mendapatkan banyak hasil, meskipun kadang-kadang ada hambatan yang harus dilalui. Karena itu, di samping rajin, mereka dituntut untuk sabar dan tabah serta tekun dan ulet dalam melakukan pekerjaan.
Mereka juga harus kuat fisik dan mental sehingga dapat bekerja dan berwirausaha dengan optimal. Tidak mungkin mereka dapat bekerja dengan baik apabila dalam kondisi sakit-sakitan, baik fisik maupun mental. Demikian pula, mereka harus berani menghadapi resiko pekerjaan dan usaha yang mereka jalani. Tanpa keberanian, maka inisiatif dan kreativitas serta inovasi tidak akan teraktualisasikan secara optimal. Dengan inisiatif, kreativitas, dan inovasi mereka akan mampu menghasilkan sesuatu yang baru.