Langsung ke konten utama
Nama: Muhammad Zaini
Nim: 53040180040
Prodi: Bahasa dan Sastra Arab B
Mata Kuliah: Kewirausahaan
                                                                       COVID 19
1. Pendapat saya tentang covid 1
    COVID-19 atau yang sering disebut dengan virus corona adalah Salah satu nama virus yang baru sekali muncul, yaitu pada tahun 2019 maka disebut dengan COVID-19. Virus ini adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini sangatlah berbahaya, bahkan bisa sampai mematikan. Virus ini bisa menyerang siapa saja, bayi, remaja, ibu hamil, bahkan hingga lansia. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China. Virus ini dapat menular dengan cepat, dan telah menyebar ke beberapa wilayah, hingga negara salah satunya Indonesia. Virus ini muncul di Indonesia pada bulan Februari, yang awalnya hanya 2 orang korban yang terkena kemudian tertular dengan yang lainnya. Hingga saat ini korban yang terkena dampak virus corona di Indonesia mencapai 4000. Sebagian orang yang terinfeksi virus corona akan mengalami penyakit pernafasan ringan hingga sedang, ada yang sembuh dan bahkan ada yang sampai meninggal dunia.
    Virus Corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 menginfeksi paru-paru dan mengganggu pernapasan. Dua gejala utama virus Corona adalah demam dan batuk kering. Gejala Corona lainnya adalah demam yang lebih dari 37.8 celcius. Demam ini bisa membuat penderita merasa hangat, dingin, atau kedinginan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa seseorang dapat diidentifikasi terjangkit virus Corona yaitu dengan mengisolasinya selama 14 hari.
     Hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah seseorang terinfeksi Virus Corona. Oleh karena itu, cara terbaik untuk melindungi diri kita adalah dengan menghindari kondisi atau tempat dimana kita berpotensi terpapar virus tersebut. Beberapa hal di bawah ini untuk mencegah penyebaran penyakit pernapasan, yaitu: Perbanyak cuci tangan menggunakan air dan sabun paling tidak selama 20 detik, Hindari menyentuh wajah sebelum Anda cuci tangan, Hindari kontak dekat dengan orang-orang sakit, Tetaplah di rumah jika Anda sakit, Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan menggunakan tisu, Perbanyak membersihkan barang-barang serta perabotan di rumah, Menggunakan masker ketika keluar ruma

2. Dampak manfaatnya dalam berwirausaha
    kita dapat berwirausaha di rumah, misal dengan jualan online. Melihat situasi seperti ini, di era modern banyak orang yang akan melakukan transaksi online. Lalu, kita dapat menghasilkan produk dan menjualnya dan juga kita dapat berwirausaha dengan menyediakan APD, karena APD di dunia sangat langka , dari situ kita ada peluang untuk membuka usaha berjualan masker dll, tapi harus kita sadari, berjualan seperti itu harus dengan harga yang normal jangan mencari keuntungan yang besar di tengah musibah, sebagaimana yang kita lihat sekarang, banyaknya orang mengambil keuntungan dari adanya musibah seperti ini.

3. Dampak madhorotnya dalam berwirausaha?
    Banyak kerugian yang kita rasakan, misal bagi para pengusaha yang telah mempunyai tempat usaha, mereka tetap membayar air/listrik, sewa tempat, bahkan terpaksa harus memecat sebagian dari kariawan mereka. Akibatnya banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Produksi barang menurun, pemasukan berkurang.
   Apalagi bagi para kalangan rakyat menengah kebawah, mereka tidak akan mendapatkan pemasukan jika tidak bekerja keluar rumah, karena rata-rata pekerjaan mereka harus dilakukan di luar. Mereka terpaksa membahayakan diri sendiri demi mencukupi kehidupan mereka. Bagi para kepala keluarga/tulang punggung tidak mungkin membiarkan keluarga mereka kesusahan. Meskipun pemerintah juga berusaha keras untuk menanggulangi hal tersebut tidak semua orang dapat  tercukupi hanya dengan mengandalkan bantuan orang lain. Maka dari itu, disaat seperti ini bukan saatnya kita mementingkan ego masing-masing. Inilah saat yang tepat untuk saling membantu, saling meringankan beban bukan malah menutup mata seakan tidak terjadi apa-apa.

4. Peluang bisnis apa yang bisa anda ambil selama COVID 19 belum selesai?
saya akan berjualan online seperti jual pulsa dan kouta, kalau lockdown pasti merrka habiskan di rumah dengan gadget mereka, tidak bisa kita pungkiri manusia tidak akan bisa lepas dari yang namanya hp , jualan online seperti ini lebik efektif jika indonesia harus lockdown .
   Selain jualan online, mungkin saya akan memberi fasilitas antar barang sampai ke tangan pembeli jika jarak masih memungkinkan. Misal seperti berjualan sayur, saya akan mengemas sayur dengan semenarik mungkin mengemas sayur dengan rapih dan bersih. Setelah itu saya akan mengantarkan ke rumah para pelanggan pada pagi hari/pada jam yang telah dipesan sebelumnya. Atau saya akan membuat makanan siap saji dengan harga terjangkau. Dengan begini, banyak kemungkinan kita dapat produktif ditengah situasi seperti ini dan dapat menolong sesama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH SEJARAH AGAMA KRISTEN(NILA LAELUL M.)

Sejarah Agama Kristen Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Sejarah Agama-Agama. Dosen Pengampu: Drs. Taufiqul Mu’in, M.Ag. Disusun oleh: Inka puji prastika (53040180053) Nila laelul munasiroh (53040180055) BAHASA DAN SASTRA ARAB FAKULTAS USHULUDIN, ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA TAHUN 2020 KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi Mata Sejarah Agama-Agama. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang sejarah munculnya agama kristen. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, dan referensi. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan baik. Dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan...

MAAF INI PENULISNYA SIAPA YA

Kemalasan dapat disebut sebagai keengganan untuk bekerja atau menggunakan energi untuk melakukan suatu aktivitas. Kemalasan seringkali datang dalam bentuk sikap suka menunda-nunda, yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi benar-benar enggan mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab. Jika rasa malas ini tidak dilawan, tentunya akan membuat sifat ini makin sulit dihilangkan yang berimbas pada menurunnya produktivitas. وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya  kepadakamu apa yang telah kamu kerjakan. Agama Islam melarang umatnya untuk bermalas-malasan, hal tersebut sesuai dengan surat Al-Insyiroh ayat ke 7-8 فَإِذَا فَرَغ...

Nila Laelul Munasiroh (055) Tentang aku dan covid-19

Nama : Nila Laelul Munasiroh NIM :53040180055 Kelas: BSA B (UTS KEWIRAUSAHAAN) Narasi tentang covid 19 Melihat berita bahwa beberapa sekolah diliburkan hatiku merasa gelisah tak karuan, karena aku sendiri belum mendapat kabar tersebut dari kampusku. Beberapa saat kemudian kabar libur pun datang, awalnya aku merasa senang. Berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman tanpa memikirkan kabar esok hari yang akan datang. Saat belum ada himbauan, Magelang belum termasuk zona merah. Tapi setelah itu paradoks, semuanya pun menyesuaikan. Ditambah tugas yang terus menerus berdatangan, tugas di luar pemahaman dan kesiapan yang dirasa menyulitkan. Libur karena covid 19 ternyata begini rasanya, covid 19 yang merupakan virus baru yang memiliki gejala seperti penyakit biasa seperti batuk, pilek, pusing, dan lain-lain, membuat kami para pelajar, pekerja, ataupun yang lain harus merasakan libur yang tidak seharusnya kami rasakan. Bagaimana tidak seperti itu? S...