B Menurut saya covid 19 ini merupakan suatu wabah yang dmna membuat sebagian manusia merasakan sesuatu hal yg mana membuat mereka sangat Terpukul akan ekonomi yg merosot drastis. Dan pada dahulu ada yg namanya virus influensa sedang merajalela di belahan dunia tidak bergegeran seperti ini. Dan yang saya herankan, mengapa virus sekecil itu bisa menyerang lebih dari 4000 jiwa di Indonesia ini. Sungguh itu musibah yang sangat luar biasa. Namun, seluar biasa apapun musibah itu pasti ada dzat yang lebih unggul yang bisa menyembuhkannya, Yaitu: Allah Yang Maha Kuasa atas kehendak. Jadi, ketika ada musibah apapun termasuk covid 19 ini salah satunya jangan sebar kepanikan sebarkanlah kebiasaan bersih. Untuk masyarakat, patuhilah aturan pemerintah menjalankan social distancing, dengan tujuan untuk menghindari dan mencegah penyebaran covid 19.
Berolahraga dengan baik dan aman serta menjaga kesehatan. Berjemur di pagi hari sangat perlu karena untuk meningkatkan imun, serta mengeluarkan kotoran dan racun dalam tubuh. Jangan menyerah pada perekonomian yang buruk, covid 19 iniberdampak pada perekonomian banyak pekerjaan yang tertunda seperti ; mall, pedagang kaki lima, atau pedagang- pedagang yang lain yang diberhentikan oleh pemerintah. Menurut saya jangan menyerah, itu semua bisa kita alihkan ke online dan kita coba posting barang - barang jualan siapa tahu banyak peminatnya. Kemudian, untuk mencegah covid 19 ini dapat kita lakukan kebiasaan - kebiasaan hidup sehat: 1. Rutin mencuci tangan Jika sebelumnya, Anda hanya mencuci tangan dengan air saja maka hentikan kebiasaan tersebut. Rutinlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Pastikan Anda membersihkan seluruh tangan, termasuk jari, sela-sela jari, dan juga ujung kuku. Bila tak ada sabun dan air, maka Anda bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung sekitar 60% alkohol. Mencuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan berbasis alkohol dapat membantu membunuh virus yang berada di tangan Anda. 2. Physical distancing WHO telah resmi mengubah frasa social distancing menjadi physical distancing. Frasa physical distancing dirasa lebih pas karena bukan dimaksudkan untuk menjaga jarak sosial, melainkan menjaga jarak fisik. Oleh sebab itu, disarankan untuk menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain. Sebab jarak yang terlalu dekat memungkinkan Anda menghirup tetesan air dari hidung atau mulut orang yang mungkin terinfeksi Covid-19 ketika ia bersin atau batuk. Imbauan tersebut juga telah disampaikan oleh pemerintah Indonesia. 3. Hindari memegang mata, hidung, dan mulut Memang bukan perkara yang mudah untuk tidak memegang apa yang ada di wajah karena sudah menjadi kebiasaan setiap hari bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, untuk melindungi diri dari virus corona baru, hindari memegang mata, hidung, dan mulut. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab tangan umumnya menyentuh banyak permukaan yang mungkin terdapat virus. Setelah virus tersebut menempel pada tangan, maka tangan pun bisa memindahkan virus ke mata, hidung atau mulut ketika Anda menyentuhnya. Dari sanalah, virus masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan Anda sakit. 4. Ketika bersin dan batuk, jangan lupa tutup Ketika bersin dan batuk, umumnya orang-orang akan refleks menutup dengan telapak tangan. Padahal itu merupakan hal yang keliru. Tutuplah menggunakan siku bagian dalam karena area tersebut jarang tersentuh sehingga mengurangi risiko penularan virus. Selain menggunakan siku bagian dalam, Anda juga bisa menggunakan tisu namun pastikan buang bekasnya dengan segera ke tempat sampah. 5. Tetap di rumah Meski tak merasakan gejala apa pun, namun Anda bisa saja menjadi carrier dan menularkan virus corona ke orang lain. Ketika virus tersebut menginfeksi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, maka bisa menyebabkan Covid-19. Oleh sebab itu, imbauan untuk tetap #dirumahaja pun sedang digalakkan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona baru tersebut. Bahkan Presiden pun meminta masyarakat untuk belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah. 6. Bersihkan permukaan yang sering disentuh Bersihkanlah permukaan yang paling sering disentuh, seperti halnya meja, gagang pintu, keyboard, toilet, handphone, keran air, dan lainnya menggunakan disinfektan. Jika permukaannya kotor, maka sebelum melakukan disinfeksi, bersihkan terlebih dahulu dengan detergen atau sabun dan air. Disinfektan dipercaya dapat membunuh virus yang menempel pada permukaan. 7. Cari tahu informasi akurat mengenai Covid-19 Penting untuk mencari informasi yang akurat mengenai perkembangan Covid-19. Ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit tersebut. Ini membantu Anda lebih waspada dan memahami apa yang seharusnya dilakukan di tengah pandemi ini. Carilah berita-berita yang tidak memberikan stigma negatif. Hal ini juga dapat membantu memutus mata rantai Covid-19. --- Dampak positif dalam kewirausahaan kamu akan terus maju perkembangan pola pikirmu tentang bisnis akan semakin naik. Banyak hal positif yang didapatkan setelah menjadi wirausahawan. 1. Menjadi Pribadi yang Ulet Merintis usaha suatu hal yang tidak sembarangan orang bisa. Diperlukan mental untuk menghadapi pasang surut suatu usaha yang kamu buat. Dari pasang surut itukamu belajar kerja keras, pantang menyerah, dan mental kamu harus kuat. Maka dari itu, kamu akan menjadi priadi yang ulet. Berwirausaha memang suatu hal yang menantang, jangan cepat menyerah, teruslah kejar kesuksesan karena hasil takkan menghianati usaha. 2. Membuka lapangan pekerjaan bagi orang sekitar Dengan berwiraausaha pastilah ada sisi dimana orang lain membutuhkan wirausahawan itu. Kita membutuhkan mereka, mereka membutuhkan kita. Saling bermutualisme saja. 3. Mengurangi pengangguran Dengan kita membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutihkan pastilah ada yang namanya pengangguran akan semakin berkurang. 4. Meningkatkan kemandirian di kalangan masyarakat Bagaimana tidak dikatakan mandiri, mahasiswa saja diberi tugas mandiri untuk mengembangkan pemikirannya. Apalagi pewirausaha yang harus bahkan wajib memiliki pemikiran yang sangat mandiri untuk mengembangkan usahanya. 5. Meningkatkan daya saing dengan produk yang inovatif. Sebagai seorang pengusaha pastilah terdapat resiko dalam berwirausaha 1. Persaingan yang Ketat Persaingan juga merupakan sebuah risiko yang harus dihadapi. Ada banyak bisnis yang bergerak di bidang yang sama dengan bisnis milik Anda, sehingga risiko yang ada adalah persaingan. Bersainglah secara sehat agar kedua belah pihak tidak dirugikan. 2. Bekerja keras membangun bisnis Risiko ini tentu akan diterima oleh semua pebisnis yakni terus berkerja keras dalam mengembang bisnis. Menjalankan bisnis harus fokus, jujur, tepat, ulet, rajin, dan yang tidak kalah penting adalah Ikhlas dalam menjalankan usaha tersebut. 3. Kerugian Ini adalah risiko utama dari kegiatan berbisnis. Rugi adalah hal yang ditakutkan oleh para pelaku bisnisnya sendiri. Suatu perusahaan bisa mengalami kerugian dalam 2 kategori. Yang pertama adalah kerugian ringan yang jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak memberi efek negatif bagi keseluruhan perusahaan, dan yang kedua adalah jenis rugi yang membuat seluruh perusahaan merugi dan berujung pada kebangkrutan. 4. Kondisi pasar yang tidak stabil Perekonomian yang cenderung naik turun juga menimbulkan risiko yakni kondisi pasar yang tidak stabil. Contohnya seperti harga bahan baku yang harganya tiba-tiba melonjak, maka harga produk Anda juga ikut naik. Saat harga naik, maka konsumen bisa beralih ke produk lainnya yang lebih murah. 5. Kebangkrutan Inilah hal yang paling menakutkan pengusaha. Bagi bisnis yang tidak bisa bertahan di pasar maka ia akan tereleminasi. Dan apabila ia membuat keputusan yang salah. Terdapat juga dampak negatif dari seorang pengusaha yang sering melanda. Jika anda sudah mengetahui sebelumnya, maka anda bisa mengantisipasinya atau paling tidak meminimalisir hal itu. 1. Mudah Frustasi Dengan Keadaan Tak bisa dipungkiri bahwa rasa frustasi sering melanda sebagian dari pengusaha. Ketika semua strategi dan rencana sudah dijalankan dengan maksimal namun belum bisa menghasilkan apa yang ditargetkan, maka seringkali frustasi akan melanda. Rasa frustasi adalah manusiawi, namun demikian Anda harus pandai mengelolanya agar jangan sampai berpengaruh terhadap kebijakan atau kinerja Anda. Frustasi memang sulit sekali dihindari, namun setidaknya Anda bisa belajar dari berbagai keadaan sulit yang pernah dialami. Maka dari itu, ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha harus menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi keadaan sesulit apapun. 2. Sering Merasa Kurang Percaya Diri Percaya atau tidak, rasa tidak percaya diri ini selalu menghinggapi kepada setiap orang, meski pun mereka termasuk orang yang sudah sukses. seorang entrepreneur sering merasa kurang percaya diri ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang mengharuskan untuk segera mengambil keputusan. Bagaimanapun juga Anda harus mampu mengambil keputusan secara mandiri, sekali waktu Anda boleh minta saran dan nasehat dari senior. Namun itu tidak boleh Anda lakukan terus menerus, Anda harus percaya pada diri Anda sendiri. Perlu latihan memang, jika tidak segera Anda latih, maka Anda akan mengalami krisis kepercayaan diri yang justru akan menenggelamkan Anda sendiri suatu saat nanti. 3. Hilangnya Kebanggaan Pada Diri Sendiri Keadaan ini terkait erat dengan poin nomor dua. Ketika Anda mulai meragukan kemampuan diri sendiri karena banyaknya kegagalan yang Anda buat, maka lambat laun Anda akan semakin kehilangan kebanggaan pada diri sendiri. Dan jika dibiarkan, maka perasaan itu akan semakin menggerus ide kreatif dan inovasi Anda dengan keraguan yang semakin mencengkram. Untuk bisa membebaskan Anda atau meminimalisir rasa tersebut, dibutuhkan tenaga dan energi yang besar. Keteguhan hati dan ketahanan Anda dalam menghadapi kegagalan akan bisa memulihkan perasaan Anda ketika Anda bisa menjalankan bisnis sampai berhasil dan sukses. 4. Kecanduan Pada Pekerjaan yang Sulit Dihindarkan Karena Anda menjalankan bisnis sendiri, maka kesuksesan semua yang Anda kerjakan juga tergantung pada kerja keras Anda. Inilah yang membuat seorang pengusaha seakan tak pernah ingin berhenti dalam bekerja. Lambat laun hal ini akan membuat Anda menjadi seorang workaholic yang sulit untuk meluangkan waktu untuk tidak bekerja. Ini semakin berbahaya ketika seorang pengusaha tidak mampu mengatasi masalah ini dan kemudian merasa semakin tertekan sehingga menimbulkan stres. Dan semakin bertambah berbahaya ketika mereka mulai mencoba hal-hal negatif untuk menghilangkan stres seperti rokok, alkohol dan juga narkoba. 5. Kesulitan Mendapatkan Waktu Istirahat yang Berkualitas Mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas adalah masalah yang krusial bagi kebanyakan pengusaha. Mereka terlalu disibukkan dengan pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya. Sering Terdapat juga dampak negatif dari seorang pengusaha yang sering melanda. Jika anda sudah mengetahui sebelumnya, maka anda bisa mengantisipasinya atau paling tidak meminimalisir hal itu. 1. Mudah Frustasi Dengan Keadaan Tak bisa dipungkiri bahwa rasa frustasi sering melanda sebagian dari pengusaha. Ketika semua strategi dan rencana sudah dijalankan dengan maksimal namun belum bisa menghasilkan apa yang ditargetkan, maka seringkali frustasi akan melanda. Rasa frustasi adalah manusiawi, namun demikian Anda harus pandai mengelolanya agar jangan sampai berpengaruh terhadap kebijakan atau kinerja Anda. Frustasi memang sulit sekali dihindari, namun setidaknya Anda bisa belajar dari berbagai keadaan sulit yang pernah dialami. Maka dari itu, ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha harus menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi keadaan sesulit apapun. 2. Sering Merasa Kurang Percaya Diri Percaya atau tidak, rasa tidak percaya diri ini selalu menghinggapi kepada setiap orang, meski pun mereka termasuk orang yang sudah sukses. seorang entrepreneur sering merasa kurang percaya diri ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang mengharuskan untuk segera mengambil keputusan. Bagaimanapun juga Anda harus mampu mengambil keputusan secara mandiri, sekali waktu Anda boleh minta saran dan nasehat dari senior. Namun itu tidak boleh Anda lakukan terus menerus, Anda harus percaya pada diri Anda sendiri. Perlu latihan memang, jika tidak segera Anda latih, maka Anda akan mengalami krisis kepercayaan diri yang justru akan menenggelamkan Anda sendiri suatu saat nanti. 3. Hilangnya Kebanggaan Pada Diri Sendiri Keadaan ini terkait erat dengan poin nomor dua. Ketika Anda mulai meragukan kemampuan diri sendiri karena banyaknya kegagalan yang Anda buat, maka lambat laun Anda akan semakin kehilangan kebanggaan pada diri sendiri. Dan jika dibiarkan, maka perasaan itu akan semakin menggerus ide kreatif dan inovasi Anda dengan keraguan yang semakin mencengkram. Untuk bisa membebaskan Anda atau meminimalisir rasa tersebut, dibutuhkan tenaga dan energi yang besar. Keteguhan hati dan ketahanan Anda dalam menghadapi kegagalan akan bisa memulihkan perasaan Anda ketika Anda bisa menjalankan bisnis sampai berhasil dan sukses. 4. Kecanduan Pada Pekerjaan yang Sulit Dihindarkan Karena Anda menjalankan bisnis sendiri, maka kesuksesan semua yang Anda kerjakan juga tergantung pada kerja keras Anda. Inilah yang membuat seorang pengusaha seakan tak pernah ingin berhenti dalam bekerja. Lambat laun hal ini akan membuat Anda menjadi seorang workaholic yang sulit untuk meluangkan waktu untuk tidak bekerja. Ini semakin berbahaya ketika seorang pengusaha tidak mampu mengatasi masalah ini dan kemudian merasa semakin tertekan sehingga menimbulkan stres. Dan semakin bertambah berbahaya ketika mereka mulai mencoba hal-hal negatif untuk menghilangkan stres seperti rokok, alkohol dan juga narkoba. 5. Kesulitan Mendapatkan Waktu Istirahat yang Berkualitas Mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas adalah masalah yang krusial bagi kebanyakan pengusaha. Mereka terlalu disibukkan dengan pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya. Sering Terdapat juga dampak negatif dari seorang pengusaha yang sering melanda. Jika anda sudah mengetahui sebelumnya, maka anda bisa mengantisipasinya atau paling tidak meminimalisir hal itu. 1. Mudah Frustasi Dengan Keadaan Tak bisa dipungkiri bahwa rasa frustasi sering melanda sebagian dari pengusaha. Ketika semua strategi dan rencana sudah dijalankan dengan maksimal namun belum bisa menghasilkan apa yang ditargetkan, maka seringkali frustasi akan melanda. Rasa frustasi adalah manusiawi, namun demikian Anda harus pandai mengelolanya agar jangan sampai berpengaruh terhadap kebijakan atau kinerja Anda. Frustasi memang sulit sekali dihindari, namun setidaknya Anda bisa belajar dari berbagai keadaan sulit yang pernah dialami. Maka dari itu, ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha harus menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi keadaan sesulit apapun. 2. Sering Merasa Kurang Percaya Diri Percaya atau tidak, rasa tidak percaya diri ini selalu menghinggapi kepada setiap orang, meski pun mereka termasuk orang yang sudah sukses. seorang entrepreneur sering merasa kurang percaya diri ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang mengharuskan untuk segera mengambil keputusan. Bagaimanapun juga Anda harus mampu mengambil keputusan secara mandiri, sekali waktu Anda boleh minta saran dan nasehat dari senior. Namun itu tidak boleh Anda lakukan terus menerus, Anda harus percaya pada diri Anda sendiri. Perlu latihan memang, jika tidak segera Anda latih, maka Anda akan mengalami krisis kepercayaan diri yang justru akan menenggelamkan Anda sendiri suatu saat nanti. 3. Hilangnya Kebanggaan Pada Diri Sendiri Keadaan ini terkait erat dengan poin nomor dua. Ketika Anda mulai meragukan kemampuan diri sendiri karena banyaknya kegagalan yang Anda buat, maka lambat laun Anda akan semakin kehilangan kebanggaan pada diri sendiri. Dan jika dibiarkan, maka perasaan itu akan semakin menggerus ide kreatif dan inovasi Anda dengan keraguan yang semakin mencengkram. Untuk bisa membebaskan Anda atau meminimalisir rasa tersebut, dibutuhkan tenaga dan energi yang besar. Keteguhan hati dan ketahanan Anda dalam menghadapi kegagalan akan bisa memulihkan perasaan Anda ketika Anda bisa menjalankan bisnis sampai berhasil dan sukses. 4. Kecanduan Pada Pekerjaan yang Sulit Dihindarkan Karena Anda menjalankan bisnis sendiri, maka kesuksesan semua yang Anda kerjakan juga tergantung pada kerja keras Anda. Inilah yang membuat seorang pengusaha seakan tak pernah ingin berhenti dalam bekerja. Lambat laun hal ini akan membuat Anda menjadi seorang workaholic yang sulit untuk meluangkan waktu untuk tidak bekerja. Ini semakin berbahaya ketika seorang pengusaha tidak mampu mengatasi masalah ini dan kemudian merasa semakin tertekan sehingga menimbulkan stres. Dan semakin bertambah berbahaya ketika mereka mulai mencoba hal-hal negatif untuk menghilangkan stres seperti rokok, alkohol dan juga narkoba. 5. Kesulitan Mendapatkan Waktu Istirahat yang Berkualitas Mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas adalah masalah yang krusial bagi kebanyakan pengusaha. Mereka terlalu disibukkan dengan pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya. Sering Terdapat juga dampak negatif dari seorang pengusaha yang sering melanda. Jika anda sudah mengetahui sebelumnya, maka anda bisa mengantisipasinya atau paling tidak meminimalisir hal itu. 1. Mudah Frustasi Dengan Keadaan Tak bisa dipungkiri bahwa rasa frustasi sering melanda sebagian dari pengusaha. Ketika semua strategi dan rencana sudah dijalankan dengan maksimal namun belum bisa menghasilkan apa yang ditargetkan, maka seringkali frustasi akan melanda. Rasa frustasi adalah manusiawi, namun demikian Anda harus pandai mengelolanya agar jangan sampai berpengaruh terhadap kebijakan atau kinerja Anda. Frustasi memang sulit sekali dihindari, namun setidaknya Anda bisa belajar dari berbagai keadaan sulit yang pernah dialami. Maka dari itu, ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha harus menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi keadaan sesulit apapun. 2. Sering Merasa Kurang Percaya Diri Percaya atau tidak, rasa tidak percaya diri ini selalu menghinggapi kepada setiap orang, meski pun mereka termasuk orang yang sudah sukses. seorang entrepreneur sering merasa kurang percaya diri ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang mengharuskan untuk segera mengambil keputusan. Bagaimanapun juga Anda harus mampu mengambil keputusan secara mandiri, sekali waktu Anda boleh minta saran dan nasehat dari senior. Namun itu tidak boleh Anda lakukan terus menerus, Anda harus percaya pada diri Anda sendiri. Perlu latihan memang, jika tidak segera Anda latih, maka Anda akan mengalami krisis kepercayaan diri yang justru akan menenggelamkan Anda sendiri suatu saat nanti. 3. Hilangnya Kebanggaan Pada Diri Sendiri Keadaan ini terkait erat dengan poin nomor dua. Ketika Anda mulai meragukan kemampuan diri sendiri karena banyaknya kegagalan yang Anda buat, maka lambat laun Anda akan semakin kehilangan kebanggaan pada diri sendiri. Dan jika dibiarkan, maka perasaan itu akan semakin menggerus ide kreatif dan inovasi Anda dengan keraguan yang semakin mencengkram. Untuk bisa membebaskan Anda atau meminimalisir rasa tersebut, dibutuhkan tenaga dan energi yang besar. Keteguhan hati dan ketahanan Anda dalam menghadapi kegagalan akan bisa memulihkan perasaan Anda ketika Anda bisa menjalankan bisnis sampai berhasil dan sukses. 4. Kecanduan Pada Pekerjaan yang Sulit Dihindarkan Karena Anda menjalankan bisnis sendiri, maka kesuksesan semua yang Anda kerjakan juga tergantung pada kerja keras Anda. Inilah yang membuat seorang pengusaha seakan tak pernah ingin berhenti dalam bekerja. Lambat laun hal ini akan membuat Anda menjadi seorang workaholic yang sulit untuk meluangkan waktu untuk tidak bekerja. Ini semakin berbahaya ketika seorang pengusaha tidak mampu mengatasi masalah ini dan kemudian merasa semakin tertekan sehingga menimbulkan stres. Dan semakin bertambah berbahaya ketika mereka mulai mencoba hal-hal negatif untuk menghilangkan stres seperti rokok, alkohol dan juga narkoba. 5. Kesulitan Mendapatkan Waktu Istirahat yang Berkualitas Mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas adalah masalah yang krusial bagi kebanyakan pengusaha. Mereka terlalu disibukkan dengan pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya. Sering hshshdnnTerdapat juga dampak negatif dari seorang pengusaha yang sering melanda. Jika anda sudah mengetahui sebelumnya, maka anda bisa mengantisipasinya atau paling tidak meminimalisir hal itu. 1. Mudah Frustasi Dengan Keadaan Tak bisa dipungkiri bahwa rasa frustasi sering melanda sebagian dari pengusaha. Ketika semua strategi dan rencana sudah dijalankan dengan maksimal namun belum bisa menghasilkan apa yang ditargetkan, maka seringkali frustasi akan melanda. Rasa frustasi adalah manusiawi, namun demikian Anda harus pandai mengelolanya agar jangan sampai berpengaruh terhadap kebijakan atau kinerja Anda. Frustasi memang sulit sekali dihindari, namun setidaknya Anda bisa belajar dari berbagai keadaan sulit yang pernah dialami. Maka dari itu, ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha harus menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi keadaan sesulit apapun. 2. Sering Merasa Kurang Percaya Diri Percaya atau tidak, rasa tidak percaya diri ini selalu menghinggapi kepada setiap orang, meski pun mereka termasuk orang yang sudah sukses. seorang entrepreneur sering merasa kurang percaya diri ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang mengharuskan untuk segera mengambil keputusan. Bagaimanapun juga Anda harus mampu mengambil keputusan secara mandiri, sekali waktu Anda boleh minta saran dan nasehat dari senior. Namun itu tidak boleh Anda lakukan terus menerus, Anda harus percaya pada diri Anda sendiri. Perlu latihan memang, jika tidak segera Anda latih, maka Anda akan mengalami krisis kepercayaan diri yang justru akan menenggelamkan Anda sendiri suatu saat nanti. 3. Hilangnya Kebanggaan Pada Diri Sendiri Keadaan ini terkait erat dengan poin nomor dua. Ketika Anda mulai meragukan kemampuan diri sendiri karena banyaknya kegagalan yang Anda buat, maka lambat laun Anda akan semakin kehilangan kebanggaan pada diri sendiri. Dan jika dibiarkan, maka perasaan itu akan semakin menggerus ide kreatif dan inovasi Anda dengan keraguan yang semakin mencengkram. Untuk bisa membebaskan Anda atau meminimalisir rasa tersebut, dibutuhkan tenaga dan energi yang besar. Keteguhan hati dan ketahanan Anda dalam menghadapi kegagalan akan bisa memulihkan perasaan Anda ketika Anda bisa menjalankan bisnis sampai berhasil dan sukses. 4. Kecanduan Pada Pekerjaan yang Sulit Dihindarkan Karena Anda menjalankan bisnis sendiri, maka kesuksesan semua yang Anda kerjakan juga tergantung pada kerja keras Anda. Inilah yang membuat seorang pengusaha seakan tak pernah ingin berhenti dalam bekerja. Lambat laun hal ini akan membuat Anda menjadi seorang workaholic yang sulit untuk meluangkan waktu untuk tidak bekerja. Ini semakin berbahaya ketika seorang pengusaha tidak mampu mengatasi masalah ini dan kemudian merasa semakin tertekan sehingga menimbulkan stres. Dan semakin bertambah berbahaya ketika mereka mulai mencoba hal-hal negatif untuk menghilangkan stres seperti rokok, alkohol dan juga narkoba. 5. Kesulitan Mendapatkan Waktu Istirahat yang Berkualitas Mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas adalah masalah yang krusial bagi kebanyakan pengusaha. Mereka terlalu disibukkan dengan pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya. Sering kerja lembur sampai larut malam
Candra Suryanto
Komentar
Posting Komentar