ULANGAN TENGAH SEMESTER
Nama : Ai Yinun Nisa
NIM : 53040180042
Prodi : BSA B
Menurut saya covid 19 ini merupakan suatu musibah yang mengguncangkan seluruh manusia di bumi ini. Bagaimana tidak, dahulu pada saat virus influensa sedang merajalela seluruh dunia tidak bergegeran seperti ini. Dan yang saya herankan, mengapa virus sekecil itu bisa menyerang lebih dari 4000 jiwa di Indonesia ini. Sungguh itu musibah yang sangat luar biasa.
Namun, seluar biasa apapun musibah itu pasti ada dzat yang lebih unggul yang bisa menyembuhkannya, Yaitu: Allah Yang Maha Kuasa atas kehendak. Jadi, ketika ada musibah apapun termasuk covid 19 ini salah satunya jangan sebar kepanikan sebarkanlah kebiasaan bersih.
Untuk masyarakat, patuhilah aturan pemerintah menjalankan social distancing, dengan tujuan untuk menghindari dan mencegah penyebaran covid 19. Berolahraga dengan baik dan aman serta menjaga kesehatan. Berjemur di pagi hari sangat perlu karena untuk meningkatkan imun, serta mengeluarkan kotoran dan racun dalam tubuh. Jangan menyerah pada perekonomian yang buruk, covid 19 iniberdampak pada perekonomian banyak pekerjaan yang tertunda seperti ; mall, pedagang kaki lima, atau pedagang- pedagang yang lain yang diberhentikan oleh pemerintah. Menurut saya jangan menyerah, itu semua bisa kita alihkan ke online dan kita coba posting barang - barang jualan siapa tahu banyak peminatnya.
Kemudian, untuk mencegah covid 19 ini dapat kita lakukan kebiasaan - kebiasaan hidup sehat:
1. Rutin mencuci tangan
Jika sebelumnya, Anda hanya mencuci tangan dengan air saja maka hentikan kebiasaan tersebut. Rutinlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Pastikan Anda membersihkan seluruh tangan, termasuk jari, sela-sela jari, dan juga ujung kuku.
Bila tak ada sabun dan air, maka Anda bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung sekitar 60% alkohol. Mencuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan berbasis alkohol dapat membantu membunuh virus yang berada di tangan Anda.
2. Physical distancing
WHO telah resmi mengubah frasa social distancing menjadi physical distancing. Frasa physical distancing dirasa lebih pas karena bukan dimaksudkan untuk menjaga jarak sosial, melainkan menjaga jarak fisik. Oleh sebab itu, disarankan untuk menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain.
Sebab jarak yang terlalu dekat memungkinkan Anda menghirup tetesan air dari hidung atau mulut orang yang mungkin terinfeksi Covid-19 ketika ia bersin atau batuk. Imbauan tersebut juga telah disampaikan oleh pemerintah Indonesia.
3. Hindari memegang mata, hidung, dan mulut
Memang bukan perkara yang mudah untuk tidak memegang apa yang ada di wajah karena sudah menjadi kebiasaan setiap hari bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, untuk melindungi diri dari virus corona baru, hindari memegang mata, hidung, dan mulut.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab tangan umumnya menyentuh banyak permukaan yang mungkin terdapat virus. Setelah virus tersebut menempel pada tangan, maka tangan pun bisa memindahkan virus ke mata, hidung atau mulut ketika Anda menyentuhnya. Dari sanalah, virus masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan Anda sakit.
4. Ketika bersin dan batuk, jangan lupa tutup
Ketika bersin dan batuk, umumnya orang-orang akan refleks menutup dengan telapak tangan. Padahal itu merupakan hal yang keliru. Tutuplah menggunakan siku bagian dalam karena area tersebut jarang tersentuh sehingga mengurangi risiko penularan virus. Selain menggunakan siku bagian dalam, Anda juga bisa menggunakan tisu namun pastikan buang bekasnya dengan segera ke tempat sampah.
5. Tetap di rumah
Meski tak merasakan gejala apa pun, namun Anda bisa saja menjadi carrier dan menularkan virus corona ke orang lain. Ketika virus tersebut menginfeksi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, maka bisa menyebabkan Covid-19. Oleh sebab itu, imbauan untuk tetap #dirumahaja pun sedang digalakkan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona baru tersebut. Bahkan Presiden pun meminta masyarakat untuk belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah.
6. Bersihkan permukaan yang sering disentuh
Bersihkanlah permukaan yang paling sering disentuh, seperti halnya meja, gagang pintu, keyboard, toilet, handphone, keran air, dan lainnya menggunakan disinfektan. Jika permukaannya kotor, maka sebelum melakukan disinfeksi, bersihkan terlebih dahulu dengan detergen atau sabun dan air. Disinfektan dipercaya dapat membunuh virus yang menempel pada permukaan.
7. Cari tahu informasi akurat mengenai Covid-19
Penting untuk mencari informasi yang akurat mengenai perkembangan Covid-19. Ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit tersebut. Ini membantu Anda lebih waspada dan memahami apa yang seharusnya dilakukan di tengah pandemi ini. Carilah berita-berita yang tidak memberikan stigma negatif. Hal ini juga dapat membantu memutus mata rantai Covid-19.
---
Dampak positif dalam kewirausahaan kamu akan terus maju perkembangan pola pikirmu tentang bisnis akan semakin naik. Banyak hal positif yang didapatkan setelah menjadi wirausahawan.
1. Menjadi Pribadi yang Ulet
Merintis usaha suatu hal yang tidak sembarangan orang bisa. Diperlukan mental untuk menghadapi pasang surut suatu usaha yang kamu buat. Dari pasang surut itukamu belajar kerja keras, pantang menyerah, dan mental kamu harus kuat.
Maka dari itu, kamu akan menjadi priadi yang ulet. Berwirausaha memang suatu hal yang menantang, jangan cepat menyerah, teruslah kejar kesuksesan karena hasil takkan menghianati usaha.
2. Membuka lapangan pekerjaan bagi orang sekitar
Dengan berwiraausaha pastilah ada sisi dimana orang lain membutuhkan wirausahawan itu. Kita membutuhkan mereka, mereka membutuhkan kita. Saling bermutualisme saja.
3. Mengurangi pengangguran
Dengan kita membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutihkan pastilah ada yang namanya pengangguran akan semakin berkurang.
4. Meningkatkan kemandirian di kalangan masyarakat
Bagaimana tidak dikatakan mandiri, mahasiswa saja diberi tugas mandiri untuk mengembangkan pemikirannya. Apalagi pewirausaha yang harus bahkan wajib memiliki pemikiran yang sangat mandiri untuk mengembangkan usahanya.
5. Meningkatkan daya saing dengan produk yang inovatif.
Sebagai seorang pengusaha pastilah terdapat resiko dalam berwirausaha
1. Persaingan yang Ketat
Persaingan juga merupakan sebuah risiko yang harus dihadapi. Ada banyak bisnis yang bergerak di bidang yang sama dengan bisnis milik Anda, sehingga risiko yang ada adalah persaingan. Bersainglah secara sehat agar kedua belah pihak tidak dirugikan.
2. Bekerja keras membangun bisnis
Risiko ini tentu akan diterima oleh semua pebisnis yakni terus berkerja keras dalam mengembang bisnis. Menjalankan bisnis harus fokus, jujur, tepat, ulet, rajin, dan yang tidak kalah penting adalah Ikhlas dalam menjalankan usaha tersebut.
3. Kerugian
Ini adalah risiko utama dari kegiatan berbisnis. Rugi adalah hal yang ditakutkan oleh para pelaku bisnisnya sendiri. Suatu perusahaan bisa mengalami kerugian dalam 2 kategori.
Yang pertama adalah kerugian ringan yang jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak memberi efek negatif bagi keseluruhan perusahaan, dan yang kedua adalah jenis rugi yang membuat seluruh perusahaan merugi dan berujung pada kebangkrutan.
4. Kondisi pasar yang tidak stabil
Perekonomian yang cenderung naik turun juga menimbulkan risiko yakni kondisi pasar yang tidak stabil. Contohnya seperti harga bahan baku yang harganya tiba-tiba melonjak, maka harga produk Anda juga ikut naik. Saat harga naik, maka konsumen bisa beralih ke produk lainnya yang lebih murah.
5. Kebangkrutan
Inilah hal yang paling menakutkan pengusaha. Bagi bisnis yang tidak bisa bertahan di pasar maka ia akan tereleminasi. Dan apabila ia membuat keputusan yang salah.
Terdapat juga dampak negatif dari seorang pengusaha yang sering melanda. Jika anda sudah mengetahui sebelumnya, maka anda bisa mengantisipasinya atau paling tidak meminimalisir hal itu.
1. Mudah Frustasi Dengan Keadaan
Tak bisa dipungkiri bahwa rasa frustasi sering melanda sebagian dari pengusaha. Ketika semua strategi dan rencana sudah dijalankan dengan maksimal namun belum bisa menghasilkan apa yang ditargetkan, maka seringkali frustasi akan melanda. Rasa frustasi adalah manusiawi, namun demikian Anda harus pandai mengelolanya agar jangan sampai berpengaruh terhadap kebijakan atau kinerja Anda.
Frustasi memang sulit sekali dihindari, namun setidaknya Anda bisa belajar dari berbagai keadaan sulit yang pernah dialami. Maka dari itu, ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha harus menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi keadaan sesulit apapun.
2. Sering Merasa Kurang Percaya Diri
Percaya atau tidak, rasa tidak percaya diri ini selalu menghinggapi kepada setiap orang, meski pun mereka termasuk orang yang sudah sukses. seorang entrepreneur sering merasa kurang percaya diri ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang mengharuskan untuk segera mengambil keputusan. Bagaimanapun juga Anda harus mampu mengambil keputusan secara mandiri, sekali waktu Anda boleh minta saran dan nasehat dari senior.
Namun itu tidak boleh Anda lakukan terus menerus, Anda harus percaya pada diri Anda sendiri. Perlu latihan memang, jika tidak segera Anda latih, maka Anda akan mengalami krisis kepercayaan diri yang justru akan menenggelamkan Anda sendiri suatu saat nanti.
3. Hilangnya Kebanggaan Pada Diri Sendiri
Keadaan ini terkait erat dengan poin nomor dua. Ketika Anda mulai meragukan kemampuan diri sendiri karena banyaknya kegagalan yang Anda buat, maka lambat laun Anda akan semakin kehilangan kebanggaan pada diri sendiri. Dan jika dibiarkan, maka perasaan itu akan semakin menggerus ide kreatif dan inovasi Anda dengan keraguan yang semakin mencengkram.
Untuk bisa membebaskan Anda atau meminimalisir rasa tersebut, dibutuhkan tenaga dan energi yang besar. Keteguhan hati dan ketahanan Anda dalam menghadapi kegagalan akan bisa memulihkan perasaan Anda ketika Anda bisa menjalankan bisnis sampai berhasil dan sukses.
4. Kecanduan Pada Pekerjaan yang Sulit Dihindarkan
Karena Anda menjalankan bisnis sendiri, maka kesuksesan semua yang Anda kerjakan juga tergantung pada kerja keras Anda. Inilah yang membuat seorang pengusaha seakan tak pernah ingin berhenti dalam bekerja. Lambat laun hal ini akan membuat Anda menjadi seorang workaholic yang sulit untuk meluangkan waktu untuk tidak bekerja.
Ini semakin berbahaya ketika seorang pengusaha tidak mampu mengatasi masalah ini dan kemudian merasa semakin tertekan sehingga menimbulkan stres. Dan semakin bertambah berbahaya ketika mereka mulai mencoba hal-hal negatif untuk menghilangkan stres seperti rokok, alkohol dan juga narkoba.
5. Kesulitan Mendapatkan Waktu Istirahat yang Berkualitas
Mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas adalah masalah yang krusial bagi kebanyakan pengusaha. Mereka terlalu disibukkan dengan pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya. Sering kerja lembur sampai larut malam meski sedang di rumah, sering pulang telat, jarang menghabiskan waktu untuk rekreasi, ini membuat waktu istirahat tentu akan semakin tersita. Dan ketika waktu istirahat tersita, maka dengan sendirinya akan berakibat kepada berbagai macam penyakit baik fisik maupun psikis. Hubungan dengan keluarga pun juga akan sering terganggu.
Itulah beberapa sifat atau akibat negatif yang sering menjangkiti para pengusaha. Namun tidak semua pengusaha seperti itu, masih ada banyak pengusaha sukses yang memperhatikan dengan serius hal-hal negatif yang bisa mengancam kesehatan fisik dan jiwa mereka. Intinya adalah bagaimana kita sendiri pandai-pandai membagi waktu dan tenaga agar semuanya bisa seimbang.
Kemudian, terdapat peluang bisnis yang bisa dilakukan di tengah pandemi corona.
1. Hand Sanitizer
Permintaan pasar akan hand sanitizer berubah begitu pesat sejak virus corona menyerang. Kekuatannya dalam membunuh kuman pada kulit sesuai dengan kebutuhan banyak orang dalam menghindari penularan virus corona, alhasil penjualan hand sanitizer pun naik begitu pesat.
Banyak orang yang juga mencoba membuat hand sanitizer dan dijual dengan harga yang beragam. Namun kamu perlu berhati-hati dalam membeli hand sanitizer ini, karena banyak oknum yang membuat hand sanitizer dengan komposisi yang tidak sesuai dengan komposisi yang benar.
2. Masker
Meskipun masker yang dianjurkan untuk menghindari penularan virus corona adalah masker N95 tetapi masker bedah juga dapat mengurangi risiko penularan virus corona.
Sejak hari pertama pandemi corona masuk Indonesia, banyak orang langsung memburu barang langka satu ini. Tidak sedikit juga yang menimbun untuk pemakaian pribadi atau dijual kembali dengan harga tinggi.
Tingginya permintaan pasar akan masker, membuat banyak orang ramai-ramai memproduksi barang ini, termasuk para pengusaha konveksi yang memutar haluan ke produksi masker kain.
3. Coverall Medical
Tingginya angka pasien positif virus corona yang terus bertambah setiap harinya, membuat banyak tenaga medis yang harus diturunkan dalam menangani virus corona.
Sesuai prosedur yang sudah ditentukan, tenaga-tenaga medis yang menangani virus corona wajib menggunakan alat pelindung diri (APD). Sementara ketersediaan stok APD yang dibutuhkan tidak mencukupi. Akhirnya banyak pengusaha konveksi yang mulai memproduksi coverall medical, yaitu baju pelindung yang digunakan tenaga medis.
4. Disinfektan
Cairan pembasmi bakteri dan kuman ini memang cukup efektif untuk mensterilkan benda-benda yang diduga terdapat kuman dan bakteri.
Namun sayangnya produsen disinfektan kewalahan dengan permintaan pasar yang tinggi, alhasil banyak orang yang mencoba membuat disinfektan dengan panduan yang sudah dikeluarkan oleh WHO.
5. Kuota Internet
Banyak pekerja yang dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja, begitupun dengan pelajar yang untuk sementara sistem belajarnya diganti menjadi online learning.
Selama di rumah, kegiatan seperti biasa harus tetap berjalan meskipun dikerjakan dari jarak jauh melalui internet. Tentu pemakaian internet menjadi lebih besar dibanding biasanya, alhasil kuota internet lebih cepat habis.
6. Camilan
Diberlakukannya social distancing dalam waktu yang cukup lama membuat banyak orang memiliki waktu luang lebih banyak dari sebelumnya.
Ide-ide kreatif pun bermunculan selama social distancing terjadi, salah satunya mencoba resep-resep camilan yang asik menemani waktu senggang di rumah. Banyak orang yang awalnya mencoba-coba resep camilan lezat dan kemudian memproduksi dalam jumlah yang lebih banyak untuk di jual secara online, kamu bisa nih mencobanya untuk jadi peluang bisnis di tengah pandemi corona.
7. Frozen Food
Social distancing menuntut kita untuk mengurangi interaksi dengan orang lain dan keluar rumah jika tidak penting. Banyak orang yang memilih untuk melakukan semua kegiatan dari rumah saja, salah satunya adalah belanja makanan.
Terimakasih
Nama : Ai Yinun Nisa
NIM : 53040180042
Prodi : BSA B
Menurut saya covid 19 ini merupakan suatu musibah yang mengguncangkan seluruh manusia di bumi ini. Bagaimana tidak, dahulu pada saat virus influensa sedang merajalela seluruh dunia tidak bergegeran seperti ini. Dan yang saya herankan, mengapa virus sekecil itu bisa menyerang lebih dari 4000 jiwa di Indonesia ini. Sungguh itu musibah yang sangat luar biasa.
Namun, seluar biasa apapun musibah itu pasti ada dzat yang lebih unggul yang bisa menyembuhkannya, Yaitu: Allah Yang Maha Kuasa atas kehendak. Jadi, ketika ada musibah apapun termasuk covid 19 ini salah satunya jangan sebar kepanikan sebarkanlah kebiasaan bersih.
Untuk masyarakat, patuhilah aturan pemerintah menjalankan social distancing, dengan tujuan untuk menghindari dan mencegah penyebaran covid 19. Berolahraga dengan baik dan aman serta menjaga kesehatan. Berjemur di pagi hari sangat perlu karena untuk meningkatkan imun, serta mengeluarkan kotoran dan racun dalam tubuh. Jangan menyerah pada perekonomian yang buruk, covid 19 iniberdampak pada perekonomian banyak pekerjaan yang tertunda seperti ; mall, pedagang kaki lima, atau pedagang- pedagang yang lain yang diberhentikan oleh pemerintah. Menurut saya jangan menyerah, itu semua bisa kita alihkan ke online dan kita coba posting barang - barang jualan siapa tahu banyak peminatnya.
Kemudian, untuk mencegah covid 19 ini dapat kita lakukan kebiasaan - kebiasaan hidup sehat:
1. Rutin mencuci tangan
Jika sebelumnya, Anda hanya mencuci tangan dengan air saja maka hentikan kebiasaan tersebut. Rutinlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Pastikan Anda membersihkan seluruh tangan, termasuk jari, sela-sela jari, dan juga ujung kuku.
Bila tak ada sabun dan air, maka Anda bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung sekitar 60% alkohol. Mencuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan berbasis alkohol dapat membantu membunuh virus yang berada di tangan Anda.
2. Physical distancing
WHO telah resmi mengubah frasa social distancing menjadi physical distancing. Frasa physical distancing dirasa lebih pas karena bukan dimaksudkan untuk menjaga jarak sosial, melainkan menjaga jarak fisik. Oleh sebab itu, disarankan untuk menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain.
Sebab jarak yang terlalu dekat memungkinkan Anda menghirup tetesan air dari hidung atau mulut orang yang mungkin terinfeksi Covid-19 ketika ia bersin atau batuk. Imbauan tersebut juga telah disampaikan oleh pemerintah Indonesia.
3. Hindari memegang mata, hidung, dan mulut
Memang bukan perkara yang mudah untuk tidak memegang apa yang ada di wajah karena sudah menjadi kebiasaan setiap hari bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, untuk melindungi diri dari virus corona baru, hindari memegang mata, hidung, dan mulut.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab tangan umumnya menyentuh banyak permukaan yang mungkin terdapat virus. Setelah virus tersebut menempel pada tangan, maka tangan pun bisa memindahkan virus ke mata, hidung atau mulut ketika Anda menyentuhnya. Dari sanalah, virus masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan Anda sakit.
4. Ketika bersin dan batuk, jangan lupa tutup
Ketika bersin dan batuk, umumnya orang-orang akan refleks menutup dengan telapak tangan. Padahal itu merupakan hal yang keliru. Tutuplah menggunakan siku bagian dalam karena area tersebut jarang tersentuh sehingga mengurangi risiko penularan virus. Selain menggunakan siku bagian dalam, Anda juga bisa menggunakan tisu namun pastikan buang bekasnya dengan segera ke tempat sampah.
5. Tetap di rumah
Meski tak merasakan gejala apa pun, namun Anda bisa saja menjadi carrier dan menularkan virus corona ke orang lain. Ketika virus tersebut menginfeksi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, maka bisa menyebabkan Covid-19. Oleh sebab itu, imbauan untuk tetap #dirumahaja pun sedang digalakkan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona baru tersebut. Bahkan Presiden pun meminta masyarakat untuk belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah.
6. Bersihkan permukaan yang sering disentuh
Bersihkanlah permukaan yang paling sering disentuh, seperti halnya meja, gagang pintu, keyboard, toilet, handphone, keran air, dan lainnya menggunakan disinfektan. Jika permukaannya kotor, maka sebelum melakukan disinfeksi, bersihkan terlebih dahulu dengan detergen atau sabun dan air. Disinfektan dipercaya dapat membunuh virus yang menempel pada permukaan.
7. Cari tahu informasi akurat mengenai Covid-19
Penting untuk mencari informasi yang akurat mengenai perkembangan Covid-19. Ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit tersebut. Ini membantu Anda lebih waspada dan memahami apa yang seharusnya dilakukan di tengah pandemi ini. Carilah berita-berita yang tidak memberikan stigma negatif. Hal ini juga dapat membantu memutus mata rantai Covid-19.
---
Dampak positif dalam kewirausahaan kamu akan terus maju perkembangan pola pikirmu tentang bisnis akan semakin naik. Banyak hal positif yang didapatkan setelah menjadi wirausahawan.
1. Menjadi Pribadi yang Ulet
Merintis usaha suatu hal yang tidak sembarangan orang bisa. Diperlukan mental untuk menghadapi pasang surut suatu usaha yang kamu buat. Dari pasang surut itukamu belajar kerja keras, pantang menyerah, dan mental kamu harus kuat.
Maka dari itu, kamu akan menjadi priadi yang ulet. Berwirausaha memang suatu hal yang menantang, jangan cepat menyerah, teruslah kejar kesuksesan karena hasil takkan menghianati usaha.
2. Membuka lapangan pekerjaan bagi orang sekitar
Dengan berwiraausaha pastilah ada sisi dimana orang lain membutuhkan wirausahawan itu. Kita membutuhkan mereka, mereka membutuhkan kita. Saling bermutualisme saja.
3. Mengurangi pengangguran
Dengan kita membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutihkan pastilah ada yang namanya pengangguran akan semakin berkurang.
4. Meningkatkan kemandirian di kalangan masyarakat
Bagaimana tidak dikatakan mandiri, mahasiswa saja diberi tugas mandiri untuk mengembangkan pemikirannya. Apalagi pewirausaha yang harus bahkan wajib memiliki pemikiran yang sangat mandiri untuk mengembangkan usahanya.
5. Meningkatkan daya saing dengan produk yang inovatif.
Sebagai seorang pengusaha pastilah terdapat resiko dalam berwirausaha
1. Persaingan yang Ketat
Persaingan juga merupakan sebuah risiko yang harus dihadapi. Ada banyak bisnis yang bergerak di bidang yang sama dengan bisnis milik Anda, sehingga risiko yang ada adalah persaingan. Bersainglah secara sehat agar kedua belah pihak tidak dirugikan.
2. Bekerja keras membangun bisnis
Risiko ini tentu akan diterima oleh semua pebisnis yakni terus berkerja keras dalam mengembang bisnis. Menjalankan bisnis harus fokus, jujur, tepat, ulet, rajin, dan yang tidak kalah penting adalah Ikhlas dalam menjalankan usaha tersebut.
3. Kerugian
Ini adalah risiko utama dari kegiatan berbisnis. Rugi adalah hal yang ditakutkan oleh para pelaku bisnisnya sendiri. Suatu perusahaan bisa mengalami kerugian dalam 2 kategori.
Yang pertama adalah kerugian ringan yang jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak memberi efek negatif bagi keseluruhan perusahaan, dan yang kedua adalah jenis rugi yang membuat seluruh perusahaan merugi dan berujung pada kebangkrutan.
4. Kondisi pasar yang tidak stabil
Perekonomian yang cenderung naik turun juga menimbulkan risiko yakni kondisi pasar yang tidak stabil. Contohnya seperti harga bahan baku yang harganya tiba-tiba melonjak, maka harga produk Anda juga ikut naik. Saat harga naik, maka konsumen bisa beralih ke produk lainnya yang lebih murah.
5. Kebangkrutan
Inilah hal yang paling menakutkan pengusaha. Bagi bisnis yang tidak bisa bertahan di pasar maka ia akan tereleminasi. Dan apabila ia membuat keputusan yang salah.
Terdapat juga dampak negatif dari seorang pengusaha yang sering melanda. Jika anda sudah mengetahui sebelumnya, maka anda bisa mengantisipasinya atau paling tidak meminimalisir hal itu.
1. Mudah Frustasi Dengan Keadaan
Tak bisa dipungkiri bahwa rasa frustasi sering melanda sebagian dari pengusaha. Ketika semua strategi dan rencana sudah dijalankan dengan maksimal namun belum bisa menghasilkan apa yang ditargetkan, maka seringkali frustasi akan melanda. Rasa frustasi adalah manusiawi, namun demikian Anda harus pandai mengelolanya agar jangan sampai berpengaruh terhadap kebijakan atau kinerja Anda.
Frustasi memang sulit sekali dihindari, namun setidaknya Anda bisa belajar dari berbagai keadaan sulit yang pernah dialami. Maka dari itu, ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha harus menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi keadaan sesulit apapun.
2. Sering Merasa Kurang Percaya Diri
Percaya atau tidak, rasa tidak percaya diri ini selalu menghinggapi kepada setiap orang, meski pun mereka termasuk orang yang sudah sukses. seorang entrepreneur sering merasa kurang percaya diri ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang mengharuskan untuk segera mengambil keputusan. Bagaimanapun juga Anda harus mampu mengambil keputusan secara mandiri, sekali waktu Anda boleh minta saran dan nasehat dari senior.
Namun itu tidak boleh Anda lakukan terus menerus, Anda harus percaya pada diri Anda sendiri. Perlu latihan memang, jika tidak segera Anda latih, maka Anda akan mengalami krisis kepercayaan diri yang justru akan menenggelamkan Anda sendiri suatu saat nanti.
3. Hilangnya Kebanggaan Pada Diri Sendiri
Keadaan ini terkait erat dengan poin nomor dua. Ketika Anda mulai meragukan kemampuan diri sendiri karena banyaknya kegagalan yang Anda buat, maka lambat laun Anda akan semakin kehilangan kebanggaan pada diri sendiri. Dan jika dibiarkan, maka perasaan itu akan semakin menggerus ide kreatif dan inovasi Anda dengan keraguan yang semakin mencengkram.
Untuk bisa membebaskan Anda atau meminimalisir rasa tersebut, dibutuhkan tenaga dan energi yang besar. Keteguhan hati dan ketahanan Anda dalam menghadapi kegagalan akan bisa memulihkan perasaan Anda ketika Anda bisa menjalankan bisnis sampai berhasil dan sukses.
4. Kecanduan Pada Pekerjaan yang Sulit Dihindarkan
Karena Anda menjalankan bisnis sendiri, maka kesuksesan semua yang Anda kerjakan juga tergantung pada kerja keras Anda. Inilah yang membuat seorang pengusaha seakan tak pernah ingin berhenti dalam bekerja. Lambat laun hal ini akan membuat Anda menjadi seorang workaholic yang sulit untuk meluangkan waktu untuk tidak bekerja.
Ini semakin berbahaya ketika seorang pengusaha tidak mampu mengatasi masalah ini dan kemudian merasa semakin tertekan sehingga menimbulkan stres. Dan semakin bertambah berbahaya ketika mereka mulai mencoba hal-hal negatif untuk menghilangkan stres seperti rokok, alkohol dan juga narkoba.
5. Kesulitan Mendapatkan Waktu Istirahat yang Berkualitas
Mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas adalah masalah yang krusial bagi kebanyakan pengusaha. Mereka terlalu disibukkan dengan pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya. Sering kerja lembur sampai larut malam meski sedang di rumah, sering pulang telat, jarang menghabiskan waktu untuk rekreasi, ini membuat waktu istirahat tentu akan semakin tersita. Dan ketika waktu istirahat tersita, maka dengan sendirinya akan berakibat kepada berbagai macam penyakit baik fisik maupun psikis. Hubungan dengan keluarga pun juga akan sering terganggu.
Itulah beberapa sifat atau akibat negatif yang sering menjangkiti para pengusaha. Namun tidak semua pengusaha seperti itu, masih ada banyak pengusaha sukses yang memperhatikan dengan serius hal-hal negatif yang bisa mengancam kesehatan fisik dan jiwa mereka. Intinya adalah bagaimana kita sendiri pandai-pandai membagi waktu dan tenaga agar semuanya bisa seimbang.
Kemudian, terdapat peluang bisnis yang bisa dilakukan di tengah pandemi corona.
1. Hand Sanitizer
Permintaan pasar akan hand sanitizer berubah begitu pesat sejak virus corona menyerang. Kekuatannya dalam membunuh kuman pada kulit sesuai dengan kebutuhan banyak orang dalam menghindari penularan virus corona, alhasil penjualan hand sanitizer pun naik begitu pesat.
Banyak orang yang juga mencoba membuat hand sanitizer dan dijual dengan harga yang beragam. Namun kamu perlu berhati-hati dalam membeli hand sanitizer ini, karena banyak oknum yang membuat hand sanitizer dengan komposisi yang tidak sesuai dengan komposisi yang benar.
2. Masker
Meskipun masker yang dianjurkan untuk menghindari penularan virus corona adalah masker N95 tetapi masker bedah juga dapat mengurangi risiko penularan virus corona.
Sejak hari pertama pandemi corona masuk Indonesia, banyak orang langsung memburu barang langka satu ini. Tidak sedikit juga yang menimbun untuk pemakaian pribadi atau dijual kembali dengan harga tinggi.
Tingginya permintaan pasar akan masker, membuat banyak orang ramai-ramai memproduksi barang ini, termasuk para pengusaha konveksi yang memutar haluan ke produksi masker kain.
3. Coverall Medical
Tingginya angka pasien positif virus corona yang terus bertambah setiap harinya, membuat banyak tenaga medis yang harus diturunkan dalam menangani virus corona.
Sesuai prosedur yang sudah ditentukan, tenaga-tenaga medis yang menangani virus corona wajib menggunakan alat pelindung diri (APD). Sementara ketersediaan stok APD yang dibutuhkan tidak mencukupi. Akhirnya banyak pengusaha konveksi yang mulai memproduksi coverall medical, yaitu baju pelindung yang digunakan tenaga medis.
4. Disinfektan
Cairan pembasmi bakteri dan kuman ini memang cukup efektif untuk mensterilkan benda-benda yang diduga terdapat kuman dan bakteri.
Namun sayangnya produsen disinfektan kewalahan dengan permintaan pasar yang tinggi, alhasil banyak orang yang mencoba membuat disinfektan dengan panduan yang sudah dikeluarkan oleh WHO.
5. Kuota Internet
Banyak pekerja yang dirumahkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja, begitupun dengan pelajar yang untuk sementara sistem belajarnya diganti menjadi online learning.
Selama di rumah, kegiatan seperti biasa harus tetap berjalan meskipun dikerjakan dari jarak jauh melalui internet. Tentu pemakaian internet menjadi lebih besar dibanding biasanya, alhasil kuota internet lebih cepat habis.
6. Camilan
Diberlakukannya social distancing dalam waktu yang cukup lama membuat banyak orang memiliki waktu luang lebih banyak dari sebelumnya.
Ide-ide kreatif pun bermunculan selama social distancing terjadi, salah satunya mencoba resep-resep camilan yang asik menemani waktu senggang di rumah. Banyak orang yang awalnya mencoba-coba resep camilan lezat dan kemudian memproduksi dalam jumlah yang lebih banyak untuk di jual secara online, kamu bisa nih mencobanya untuk jadi peluang bisnis di tengah pandemi corona.
7. Frozen Food
Social distancing menuntut kita untuk mengurangi interaksi dengan orang lain dan keluar rumah jika tidak penting. Banyak orang yang memilih untuk melakukan semua kegiatan dari rumah saja, salah satunya adalah belanja makanan.
Terimakasih
Komentar
Posting Komentar