Jauhi kemalasan dekati ikhtiar
Karya Siti fatikhatul Inayah / 53040180032
Pernah kah kalian dengar suatu ayat yang menjelaskan tentang ‘’Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka” ayat itu barada dalam Quran Surat Ar-Ra’d [13] : 11, bunyinya ayatnya yaitu
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Sesungguhnya di dunia ini jika kita mengingkan sesuatu tidak lah sesuatu itu akan datang langsung dengan sendirinya di hadapan kita, kita hanyalah manusia bisa termasuk saya, bukan dari golongan bangsawan ataupun anak sultan yang menginginkan apapun langsung sekejap terkabul, harus ada usaha yang di lakukan terlebih dahulu agar keinginanya tersebut tercapai, namun dibalik itu semua kita mesti dihantui rasa malas untuk memulainya, dosen saya pernah bilang di saat mata kuliah kewirausahaan berlangsung, ‘’ mulailah dari hal kecil dulu, lakukan sedikit demi sedikit yang penting fokus satu tujuan itu fungsinya’’ beliau bilang.
Apa yang dikatakan beliau itu benar adanya jika kita terus dihantui rasa malas yang berkepanjangan kapan kita akan memulainya? Sampai kucing mau melahirkan tikus pun keinganan kita itu tidak akan pernah akan terkabulkan jika kita tidak memulainya. Keinginan-keinginan tersebut sama hal nya seperti kita contohnya yang ingin menjadi enterpreunership kita harus memulai semuanya dari awal, dari nol layaknya kita sedang isi bensin hehe. Rintislah karir itu sejak dini, mungkin ditahun-tahun seperti ini kita dapat mulai merintisnya agar seiring berjalanya waktu dan bertambah usianya kita usaha yang kita bangun pun semakin berkembang aamiin. Ngomongin buka usaha nih, mesti banyak bangetkan step-step yang harus dilakukan, diantaranya yang pertama jauhi rasa malas untuk memulainya seperti sabda Rasulullah SAW :
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Artinya : "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari kelemahan, kemalasan, penakut, pikun, serta kikir dan aku berlindung pada-Mu dari siksa kubur dan bencana kehidupan dan kematian" (H.R. Muslim).
Sifat malas, lemah, penakut dan kikir tidak dimiliki oleh orang wirausahawan. Tidak mungkin seseorang akan mampu menjadi wirausahawan sejati jika dalam dirinya terdapat sifat-sifat negatif tersebut. Jika rajin dalam bekerja maka akan mendapatka banyak hasil, meskipun kadang ada hambatannya. Tidak mungkin seorang pengusaha yang sukses diluar sana langsung mendapatkan posisi yang nyaman seperti usahanya yang sekarang pasti mereka pun pernah mengalami kerikil-kerikil kecil yang menganggu perjalanan mereka dalam membuka usahanya dari Nol sampai sesukses itu serta walaupun banyak rintangan yang menghadang seorang pengusaha harus tetap sabar, gigih dan tekun dalam menjalani usahanya. ada pepatah yang sering banget kita hafal kita hafal saat masih kecil ‘’ Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian’’ pepatah itu menurut saya sangat cocok dengan sang calon pengusaha seperti kita ini. Kenapa saya sebut calon? Yaa karena kita baru akan memulainya saat ini jika sudah sukses nanti kata ‘’ pengusaha’’ baru layak bersanding dengan nama kita hehe.
Saat kita mengambil sebuah keputusan tentunya kita harus menanggung akibat dari apa yang telah kita perbuat, calon seorang pengusaha pun tentu harus berani mengambil resiko jika sesuatu yang terjadi dalam bisnisnya yang sedang di jalani itu.
Setelah menjauhi rasa malas seorang calon pengusaha itu jangan takut gagal dalam usahanya karena kegagalan merupakan kesuksesan yang terntunda, jika diawal-awal mungkin kita sedikit rugi itu mungkin karena kita masih kurang pengalaman namun seiring dengan berjalannya waktu kita bisa belajar dari pengalamanya itu.
Yang selanjutnya semangat. Hal yang menjadi penghargaan terbesar bagi calon pengusaha bukanlah tujuannya, melainkan lebih kepada proses atau perjalanannya, maka bersemangatlah dalam usaha anda dengan penuh semangat biasanya akan berhasil. Lalu seorang calon pengusaha harus memiliki sifat kreatif, yaitu kemampuan menciptakan dan menemukan cara baru dalam melihat permasalahan dan peluang yang ada, di samping itu, seorang juga harus memiliki sifat inovatif, yaitu kemampuan mengaplikasikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan dan peluang yang ada untuk lebih memakmurkan kehidupan keluarga dan masyarakat.Selanjutnya itu optimis. Optimis adalah modal usaha yang cukup penting bagi calon pengusaha seperti kita, sebab kata optimis merupakan prinsip yang dapat memotivasi kesadaran kita. Yang selanjutnya Mandiri. Seseorang entrepreneur harus memiliki sikap mandiri dalam mengelola usahanya, yakni tidak tergantung pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan usahanya.
Yang harus dimiliki seorang pengusaha yaitu sifat Jujur. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. Seperti jujur kepada pemasok dan pelanggan, juga kepada seluruh pemangku kepentingan perusahaan adalah prinsip dasar yang harus dinomor satukan. Dan yang terakhir itu mempunyai sifat peduli sesama dan peduli lingkungan. Wirausahawan harus peduli juga terhadap lingkungan sekitarnya, turut menjaga kelestarian lingkungan dimana tempat usahanya berada.
Makna mencapai keberhasilan dalam berwirausaha yaitu, pada hakikatnya setialp orang telah tertanam jiwa wirausaha yang berarti memiliki kreativitas dan mempunyai tujuan tertentu, serta berusaha untuk mencapai keberhasilan dalam hidupnya. Namun sering kali kita jumpai bahwa daya ciptanya kurang teralisasi kalaupun terealisasikan tetapi kurang mampu untuk menjualnya atau kurang mampu menumbuhkan daya tarik bagi masyarakat luas, bahkan tujuan yang ingin dicapainya lebih mengarah kepada sesuatu yang bersifat negatif. Sehingga sering menimbulkan suasana yang kurang kondusif. Hanya sebagian kecil dari sejumlah umat yang mampu meralisasikan dan menjualnya serta memiliki daya tarik dengan tujuan yang bersifat positif.
Tujuan Berwirausaha yaitu Bekerja bagi seorang muslim sudah jelas merupakan sebuah keniscayaan. Namun demikian aktivitas kerja yang dilakukan oleh seorang muslim bukanlah sekedar untuk memenuhi naluri yaitu hanya untuk kepentingan perut. Jika memang demikian, maka eksistensi manusia tidak akan beda dengan hewan yang dalam praktiknya " hidup untuk makan dan makan untuk hidup" manusia merupakan makhluk monodualis atau two in one yang meliputi dua elemen yang menyatu dalam dirinya. Disamping itu manusia dilengkapi dengan hati nurani dan akal pikiran serta nafsu. Dengan dua elemen pertama , secara kodrati, manusia menjadi makhluk yang tinggi tingkatannya diantara makhluk ciptaan Allah yang lain.
Komentar
Posting Komentar