Langsung ke konten utama

Fara Listantiniyah (53040180022)

Nama : Fara Listantiniyah
Prodi : Bahasa dan Sastra Arab
NIM : 53040180022
Mata kuliah : Kewirausahaan

UTS KEWIRAUSAHAAN SEMESTER IV

1. Bagaimana pendapat anda tentang COVID 19? Supaya terhindar dari COVID 19 caranya bagaimana?
Jawaban :
pendapat saya mengenai COVID 19 ini sangat merugikan unuk semua orang, baik para pekerja dan kita sebagai pelajar. Kita yang biasanya beraktivitas diluar sekarang harus berdiam diri di rumah untuk mencegah penularan virus. Dengan keadaan seperti ini, dapat menimbulkan dampak yang kurang baik. Misal kita yang biasanya dapat mudah mendapatkan suatu barang, sekarang kita perlu berebut untuk mendapatkannya. Karena apa? Biasanya jika orang berdiam diri di rumah akan menimbulkan sifat konsumtif.
Hal ini juga memengaruhi berbagai aspek, misal ekonomi dan sosial. Ekonomi melemah karena dengan keadaan seperti ini kita hanya mendapatkan sedikit pemasukan. Para pekerja terpaksa dikarantina dan tidak dapat memproduksi barang seperti biasa, akibatnya pemasukan negarapun berkurang bisa dilihat dari ekspor impor maupun transaksi lainnya. Ditambah lagi, negara mengeluarkan banyak biaya untuk memberi tunjangan untuk setiap  keluarga yang telah terdaftar sebagai penerima tunjangan. Pada aspek sosial misal kita sebagai pelajar yang biasanya melakukan pembelajaran di kelas / suatu forum, sekarang mau tidak mau kita harus menyesuaikan dengan keadaan. Kita dituntut untuk dapat belajar mandiri di rumah masing-masing dengan media online. Meskipun sudah ada solusinya, dengan menggunakan media online tentu jelas berbeda jika belajar dengan bertatap muka. Selain dapat memahami pelajaran dengan cepat, kita dapat bersosialisasi dengan teman-teman kita guru / pembimbing kita sehingga dapat merasakan indahnya kebersamaan, tolong menolong dan lain sebagainya yang tidak bisa kita rasakan jika dilakukan dengan pembelajaran online.
Agar kita dapat terhindar dari COVID 19 sebaiknya kita mematuhi anjuran dari pemerintah dan selalu menjaga kebersihan. Misal selalu cuci tangan, karena tangan merupakan media yang paling cepat untuk penyebaran virus, kuman atau yang lainnya. Kita menyentuh barang dengan menggunakan tangan, melakukan aktivitas dengan menggunankan tangan. Jadi, jangan lupa untuk selalu membersihkan tangan.selanjutnya jika kita terpaksa keluar rumah, jangan lupa menggunankan masker. Karena virus dapat menyebar dengan berbagai perantara, salah satunya jika kita terciprat oleh liur pengidap COVID19 dan tak sengaja masuk kedalam mulut kita itu sangat berbahaya. Dan terakhir kita bisa menghindari kontak fisik dengan orang lain misal dengan berjabat tangan. Kita tidak tau, orang tersebut sudah tertular COVID19 atau belum, alangkah baiknya jika kita berjaga-jaga dengan tidak bersalamn dengan orang lain dan tidak terlalu dekat/memberi jarak. Solusi lain kita bisa makan makanan sehat dan minum air putih yang banyak agar imunitas tubuh kita selalu terjaga. Jika kita sudah melakukan langkah-langkah tersebut, jangan lupa selalu produktif meskipun harus menjalani karantina di rumah masing-masing. Bukan berarti saat kita di rumah kita berdiam diri setiap saat, kita juga perlu berolahraga melakukan aktifitas ringan dengan berkreasi atau melkukan kegiatan yang bermanfaat lainnya.

2. Dampak manfaatnya apa dalam berwirausaha?
Jawaban :
Kita dapat berwirausaha di rumah, misal dengan jualan online. Melihat situasi seperti ini, di era modern banyak orang yang akan melakukan transaksi online. Lalu, kita dapat menghasilkan produk dan menjualnya.

3. Dampak madhorotnya apa dalam berwirausaha?
Jawaban :
Banyak kerugian yang kita rasakan, misal bagi para pengusaha yang telah mempunyai tempat usaha, mereka tetap membayar air/listrik, sewa tempat, bahkan terpaksa harus memecat sebagian dari kariawan mereka. Akibatnya banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Produksi barang menurun, pemasukan berkurang.
Apalagi bagi para kalangan rakyat menengah kebawah, mereka tidak akan mendapatkan pemasukan jika tidak bekerja keluar rumah, karena rata-rata pekerjaan mereka harus dilakukan di luar. Mereka terpaksa membahayakan diri sendiri demi mencukupi kehidupan mereka. Bagi para kepala keluarga/tulang punggung tidak mungkin membiarkan keluarga mereka kesusahan. Meskipun pemerintah juga berusaha keras untuk menanggulangi hal tersebut tidak semua orang dapat  tercukupi hanya dengan mengandalkan bantuan orang lain. Maka dari itu, disaat seperti ini bukan saatnya kita mementingkan ego masing-masing. Inilah saat yang tepat untuk saling membantu, saling meringankan beban bukan malah menutup mata seakan tidak terjadi apa-apa.

4. Peluang bisnis apa yang bisa anda ambil selama COVID 19 belum selesai?
Jawaban :
Selain jualan online, mungkin saya akan memberi fasilitas antar barang sampai ke tangan pembeli jika jarak masih memungkinkan. Misal seperti berjualan sayur, saya akan mengemas sayur dengan semenarik mungkin mengemas sayur dengan rapih dan bersih. Setelah itu saya akan mengantarkan ke rumah para pelanggan pada pagi hari/pada jam yang telah dipesan sebelumnya. Atau saya akan membuat makanan siap saji dengan harga terjangkau. Dengan begini, banyak kemungkinan kita dapat produktif ditengah situasi seperti ini dan dapat menolong sesama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH SEJARAH AGAMA KRISTEN(NILA LAELUL M.)

Sejarah Agama Kristen Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Sejarah Agama-Agama. Dosen Pengampu: Drs. Taufiqul Mu’in, M.Ag. Disusun oleh: Inka puji prastika (53040180053) Nila laelul munasiroh (53040180055) BAHASA DAN SASTRA ARAB FAKULTAS USHULUDIN, ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA TAHUN 2020 KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi Mata Sejarah Agama-Agama. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang sejarah munculnya agama kristen. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, dan referensi. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan baik. Dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan...

MAAF INI PENULISNYA SIAPA YA

Kemalasan dapat disebut sebagai keengganan untuk bekerja atau menggunakan energi untuk melakukan suatu aktivitas. Kemalasan seringkali datang dalam bentuk sikap suka menunda-nunda, yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi benar-benar enggan mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab. Jika rasa malas ini tidak dilawan, tentunya akan membuat sifat ini makin sulit dihilangkan yang berimbas pada menurunnya produktivitas. وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya  kepadakamu apa yang telah kamu kerjakan. Agama Islam melarang umatnya untuk bermalas-malasan, hal tersebut sesuai dengan surat Al-Insyiroh ayat ke 7-8 فَإِذَا فَرَغ...

Nila Laelul Munasiroh (055) Tentang aku dan covid-19

Nama : Nila Laelul Munasiroh NIM :53040180055 Kelas: BSA B (UTS KEWIRAUSAHAAN) Narasi tentang covid 19 Melihat berita bahwa beberapa sekolah diliburkan hatiku merasa gelisah tak karuan, karena aku sendiri belum mendapat kabar tersebut dari kampusku. Beberapa saat kemudian kabar libur pun datang, awalnya aku merasa senang. Berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman tanpa memikirkan kabar esok hari yang akan datang. Saat belum ada himbauan, Magelang belum termasuk zona merah. Tapi setelah itu paradoks, semuanya pun menyesuaikan. Ditambah tugas yang terus menerus berdatangan, tugas di luar pemahaman dan kesiapan yang dirasa menyulitkan. Libur karena covid 19 ternyata begini rasanya, covid 19 yang merupakan virus baru yang memiliki gejala seperti penyakit biasa seperti batuk, pilek, pusing, dan lain-lain, membuat kami para pelajar, pekerja, ataupun yang lain harus merasakan libur yang tidak seharusnya kami rasakan. Bagaimana tidak seperti itu? S...