Langsung ke konten utama

Dina Safira Ikmaliani 53040180005

UTS MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN
Nama: Dina Safira Ikmaliani
Nim : 53040180005

Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat menginfeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Hal ini membuat beberapa negara di luar negeri menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona.
Virus Corona yang menyebabkan penyakit COVID-19 menginfeksi paru-paru dan mengganggu pernapasan. Dua gejala utama virus Corona adalah demam dan batuk kering. Gejala Corona lainnya adalah demam yang lebih dari 37.8 celcius. Demam ini bisa membuat penderita merasa hangat, dingin, atau kedinginan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa seseorang dapat diidentifikasi terjangkit virus Corona yaitu dengan mengisolasinya selama 14 hari.
Hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah seseorang terinfeksi Virus Corona. Oleh karena itu, cara terbaik untuk melindungi diri kita adalah dengan menghindari kondisi atau tempat dimana kita berpotensi terpapar virus tersebut. Beberapa hal di bawah ini untuk mencegah penyebaran penyakit pernapasan, yaitu: Perbanyak cuci tangan menggunakan air dan sabun paling tidak selama 20 detik, Hindari menyentuh wajah sebelum Anda cuci tangan, Hindari kontak dekat dengan orang-orang sakit, Tetaplah di rumah jika Anda sakit, Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan menggunakan tisu, Perbanyak membersihkan barang-barang serta perabotan di rumah, Menggunakan masker ketika keluar rumah.
Adanya Virus Corona ini menimbulkan berbagai dampak bagi siapapun, baik itu dampak positif maupun negatif. Terutama di bidang ekonomi. Banyak dari para pengusaha mengeluhkan akan perkembangan bisnis mereka. Lebih-lebih pengusaha yang mengharuskan mereka untuk keluar rumah dan bertemu langsung dengan konsumen. Hal ini sangatlah berlawanan dengan kiat-kiat untuk memutus tali penyebaran virus Corona. Oleh karena itu, mereka mendapati penurunan penghasilan dari biasanya.
Lain halnya pada beberapa usaha yang mendapati perkembangan pesat pada penghasilannya. Karena memang sangat dibutuhkan pada saat-saat krisis seperti ini, dalam jumlah yang besar. Seperti pada usaha ritel medis, yang memang sangat dibutuhkan untuk para petugas medis yang sedang berjuang untuk menangani virus Corona ini. Jadi, peningkatannya memang sangat melejit. Karena tidak hanya untuk satu atau dua rumah sakit saja, tetapi beberapa rumah sakit di Indonesia yang dipercayai untuk menangani virus tersebut. Apalagi ketika orang-orang terkena panic buying, Tidak bisa dipungkiri, kejadian ini menambah pemasukan bagi ritel. Namun di sisi lain sangat mengkhawatirkan, karena ditakutkan masyarakat lain tidak mendapat kebagian pasokan bahan pokok.
Karena semua yang telah terjadi memang sudah digariskan oleh Sang Pencipta, maka dari itu, mau tidak mau kita harus menghadapinya. Mencari solusi atas masalah-masalah yang melanda. Bagi para pengusaha mengambil jalan lain untuk melanjutkan kegiatan bisnisnya dengan via online, yang sangat cocok dengan keadaan seperti sekarang ini. Jadi, keadaan ini mengharuskan pengusaha untuk menyediakan kuota data yang lumayan banyak untuk bisnis mereka. Dan tidak hanya itu, tetapi juga mengharuskan dan membuat pengusaha menjadi up to date untuk masalah gadget, terutama aplikasi yang digunakan untuk  usaha tersebut. Dan untuk peluang bisnis yang paling bisa diandalkan pada saat ini adalah barang yang sedang dibutuhkan oleh kebanyakan orang. Seperti masker, handsanitizer, dan alat-alat medis.   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH SEJARAH AGAMA KRISTEN(NILA LAELUL M.)

Sejarah Agama Kristen Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Sejarah Agama-Agama. Dosen Pengampu: Drs. Taufiqul Mu’in, M.Ag. Disusun oleh: Inka puji prastika (53040180053) Nila laelul munasiroh (53040180055) BAHASA DAN SASTRA ARAB FAKULTAS USHULUDIN, ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA TAHUN 2020 KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi Mata Sejarah Agama-Agama. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang sejarah munculnya agama kristen. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, dan referensi. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan baik. Dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan...

MAAF INI PENULISNYA SIAPA YA

Kemalasan dapat disebut sebagai keengganan untuk bekerja atau menggunakan energi untuk melakukan suatu aktivitas. Kemalasan seringkali datang dalam bentuk sikap suka menunda-nunda, yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi benar-benar enggan mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab. Jika rasa malas ini tidak dilawan, tentunya akan membuat sifat ini makin sulit dihilangkan yang berimbas pada menurunnya produktivitas. وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya  kepadakamu apa yang telah kamu kerjakan. Agama Islam melarang umatnya untuk bermalas-malasan, hal tersebut sesuai dengan surat Al-Insyiroh ayat ke 7-8 فَإِذَا فَرَغ...

Nila Laelul Munasiroh (055) Tentang aku dan covid-19

Nama : Nila Laelul Munasiroh NIM :53040180055 Kelas: BSA B (UTS KEWIRAUSAHAAN) Narasi tentang covid 19 Melihat berita bahwa beberapa sekolah diliburkan hatiku merasa gelisah tak karuan, karena aku sendiri belum mendapat kabar tersebut dari kampusku. Beberapa saat kemudian kabar libur pun datang, awalnya aku merasa senang. Berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman tanpa memikirkan kabar esok hari yang akan datang. Saat belum ada himbauan, Magelang belum termasuk zona merah. Tapi setelah itu paradoks, semuanya pun menyesuaikan. Ditambah tugas yang terus menerus berdatangan, tugas di luar pemahaman dan kesiapan yang dirasa menyulitkan. Libur karena covid 19 ternyata begini rasanya, covid 19 yang merupakan virus baru yang memiliki gejala seperti penyakit biasa seperti batuk, pilek, pusing, dan lain-lain, membuat kami para pelajar, pekerja, ataupun yang lain harus merasakan libur yang tidak seharusnya kami rasakan. Bagaimana tidak seperti itu? S...