Langsung ke konten utama

Aminatur Rodiyah 53040180006


Nama : Aminatur Rodiyah
NIM ; 53040180006
Jurusan : Bahasa dan Sastra Arab (A)
بسم الله الرحمن الرحيم
    Covid 19 adalah suatu virus atau penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru da penyakit yang sebelumnya tidak dikenal, virus ini penularannya sangat cepat dan gejala-gejala yang dialami itu adalah gejala umum yang biasanya diderita oleh manusia, virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusia, seperti  batuk kering, demam, rasa lelah. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri, sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare, gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Virus ini juga bisa disembuhakan dan ada juga yang meninggal tetapi, orang yang meninggal karena terinfeksi virus corona ini sebelumnya sudah mempunyai riwayat penyakit lain.
    Beberapa cara agar kita dapat terhindar dari covid 19 ini dengan ;
a.      Seringlah mencuci tangan anda dengan air bersih mengalir dan sabun, atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol, agar virus yang ada di tangan kita mati.
b.      Jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin, agar terhindar dari percikan orang yang batuk dan bersin-besin karena dapat menularkan virus.
c.       Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, karena menyentuh berbagai permukaan benda dan virus penyakit ini dapat tertempel di tangan.
d.      Pastikan anda dan orang-orang di sekitar anda mengikuti etika batuk dan bersin dengan cara menutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu saat batuk atau bersin dan segera buang tisu bekas tersebut.
e.      Tetaplah tinggal di rumah jika merasa kurang sehat atau sakit.
f.        Perbanyak membersihkan barang-barang anda serta perabotan di rumah anda.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu :
1.      Tidak sengaja menghirup percikan ludah yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin.
2.      Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena ciptaan ludah penderita COVID-19.
3.      Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.
          Seringkai virus ini menyebar antar manusia ke manusia melalui tetesan cairan dari mulut dan hidung saat orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin, mirip dengan penularan penyakit flu.
    Dampak manfaat dari wabah covid 19 bagi seorang wirausaha ini mengalami banyak peningkatan bagi bisnis antarjasa dan makanan mengalami peningkatan yang signitifkan karena semakin banyak orang yang menerapkan gerakan #dirumahsaja. Dan seorang wirausaha juga mendapat banyak peluang dengan memproduksi barang-barang yang sangat dibutuhkan pada era covid 19 ini. Misalnya, masker, sarung tangan dan hand sanitizer. Selain itu, manfaat dari adanya covid 19 ini bagi seorang wirausaha juga mempunyai waktu lebih untuk pengembangan produk, dan banyak ide kreatif yang muncul.
     Pemerintah telah menghimbau untuk melakukan social distancing dan self isolation demi mengurangi penyebaran virus ini. Namun, hal ini bedampak pada sektor bisnis yang khususnya bisnis yang mengharuskan adanya interaksi antarmanuisa, adanya covid 19 ini mengancam menurunnya perekonomian masyarakat dan sepinya pelanggan yang datang.
     Peluang bisnis yang bisa kita ambil pada era wabah covid 19 ini yaitu dengan mencari peluang yang sangat besar dalam penjualan, dengan mencari ide untuk menjual barang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dengan adanya covid 19 ini, seperti membuat masker dari kain dll, memanfaatkan aplikasi gojek untuk menjadi pengantar jasa dan makanan.
    Ada empat usaha yang cocok saat wabah corona :
1.      Online Shop
2.      Makanan Tahan Lama
3.      Rempah Tradisional
4.      Bisnis emas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH SEJARAH AGAMA KRISTEN(NILA LAELUL M.)

Sejarah Agama Kristen Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Sejarah Agama-Agama. Dosen Pengampu: Drs. Taufiqul Mu’in, M.Ag. Disusun oleh: Inka puji prastika (53040180053) Nila laelul munasiroh (53040180055) BAHASA DAN SASTRA ARAB FAKULTAS USHULUDIN, ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA TAHUN 2020 KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi Mata Sejarah Agama-Agama. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang sejarah munculnya agama kristen. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, dan referensi. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan baik. Dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan...

MAAF INI PENULISNYA SIAPA YA

Kemalasan dapat disebut sebagai keengganan untuk bekerja atau menggunakan energi untuk melakukan suatu aktivitas. Kemalasan seringkali datang dalam bentuk sikap suka menunda-nunda, yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi benar-benar enggan mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab. Jika rasa malas ini tidak dilawan, tentunya akan membuat sifat ini makin sulit dihilangkan yang berimbas pada menurunnya produktivitas. وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya  kepadakamu apa yang telah kamu kerjakan. Agama Islam melarang umatnya untuk bermalas-malasan, hal tersebut sesuai dengan surat Al-Insyiroh ayat ke 7-8 فَإِذَا فَرَغ...

Nila Laelul Munasiroh (055) Tentang aku dan covid-19

Nama : Nila Laelul Munasiroh NIM :53040180055 Kelas: BSA B (UTS KEWIRAUSAHAAN) Narasi tentang covid 19 Melihat berita bahwa beberapa sekolah diliburkan hatiku merasa gelisah tak karuan, karena aku sendiri belum mendapat kabar tersebut dari kampusku. Beberapa saat kemudian kabar libur pun datang, awalnya aku merasa senang. Berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman tanpa memikirkan kabar esok hari yang akan datang. Saat belum ada himbauan, Magelang belum termasuk zona merah. Tapi setelah itu paradoks, semuanya pun menyesuaikan. Ditambah tugas yang terus menerus berdatangan, tugas di luar pemahaman dan kesiapan yang dirasa menyulitkan. Libur karena covid 19 ternyata begini rasanya, covid 19 yang merupakan virus baru yang memiliki gejala seperti penyakit biasa seperti batuk, pilek, pusing, dan lain-lain, membuat kami para pelajar, pekerja, ataupun yang lain harus merasakan libur yang tidak seharusnya kami rasakan. Bagaimana tidak seperti itu? S...