Langsung ke konten utama

Adib Oktavian Hertanto_53040180023

Nama : Adib Oktavian Hertanto NIM : 53040180023 Prodi: BSA (A) 1. Pendapat Saya tentang Covid-19 : Merugikan karena tidak bisa melakukan kegiatan kuliah,lalu karena virus ini berbahaya mak semua yang sakit lt mulai batuk ,demam,masuk angin,diperiksa secara intensif dan kegiatan transit ke luar kota sangat di jaga ketat. Supaya Terhindar dari Covid 19 caranya adalah : - menjaga kebersihan diri dan lingkungan - PatuhI tata cara atau langkah-pangkah penanganan sampai membersihkan yang disarankan oleh petugas kesehatan - selalu menggunakan handsanitazer - menggunakan masker - patuhi peraturan pemerintah seperti lockdown - makan-makanan yang bergizi - berolahraga agar tubuh kuat 2. Dampak manfaatnya dalam Berwirausaha Ini hanya sebatas apa yang saya lihat, manfaat dalam berwirausaha dalam kondisi seperti ini mugkin lebih diperuntungkan untuk warung kelontong dan mini market yang berjualan bahan pokok sembako, karena disituasi seperti ini yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah berhemat selama menghadapi pandemi corona karena jikalau membeli makanan siap saji yang harganya tak sesuai untuk bertahan dalam situasi seperti ini 3. Dampak Madhorotnya apa dalam berwirausaha? Dampaknya akan merusak pendapatan dan keseharian orang yang berdagang karena jika buka pun ada yang tidak boleh dan pendapatan mungkin saat buka tidak sesuai yang di harapkan jadi keadannya akan semakin memburuk bagi para pedagang 4. Peluang bisnis apa yang bisa Ambil selama Covid 19 belum selesai? Peluang yang Diambil adalah jualan online, kebetulan ibu saya berjualan online saya hanya membantu ibu saya dan itu peluang saya agar tau pengalaman mencati uang secara online

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH SEJARAH AGAMA KRISTEN(NILA LAELUL M.)

Sejarah Agama Kristen Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Sejarah Agama-Agama. Dosen Pengampu: Drs. Taufiqul Mu’in, M.Ag. Disusun oleh: Inka puji prastika (53040180053) Nila laelul munasiroh (53040180055) BAHASA DAN SASTRA ARAB FAKULTAS USHULUDIN, ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA TAHUN 2020 KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi Mata Sejarah Agama-Agama. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang sejarah munculnya agama kristen. yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, dan referensi. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan baik. Dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan...

MAAF INI PENULISNYA SIAPA YA

Kemalasan dapat disebut sebagai keengganan untuk bekerja atau menggunakan energi untuk melakukan suatu aktivitas. Kemalasan seringkali datang dalam bentuk sikap suka menunda-nunda, yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi benar-benar enggan mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab. Jika rasa malas ini tidak dilawan, tentunya akan membuat sifat ini makin sulit dihilangkan yang berimbas pada menurunnya produktivitas. وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya  kepadakamu apa yang telah kamu kerjakan. Agama Islam melarang umatnya untuk bermalas-malasan, hal tersebut sesuai dengan surat Al-Insyiroh ayat ke 7-8 فَإِذَا فَرَغ...

Nila Laelul Munasiroh (055) Tentang aku dan covid-19

Nama : Nila Laelul Munasiroh NIM :53040180055 Kelas: BSA B (UTS KEWIRAUSAHAAN) Narasi tentang covid 19 Melihat berita bahwa beberapa sekolah diliburkan hatiku merasa gelisah tak karuan, karena aku sendiri belum mendapat kabar tersebut dari kampusku. Beberapa saat kemudian kabar libur pun datang, awalnya aku merasa senang. Berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman tanpa memikirkan kabar esok hari yang akan datang. Saat belum ada himbauan, Magelang belum termasuk zona merah. Tapi setelah itu paradoks, semuanya pun menyesuaikan. Ditambah tugas yang terus menerus berdatangan, tugas di luar pemahaman dan kesiapan yang dirasa menyulitkan. Libur karena covid 19 ternyata begini rasanya, covid 19 yang merupakan virus baru yang memiliki gejala seperti penyakit biasa seperti batuk, pilek, pusing, dan lain-lain, membuat kami para pelajar, pekerja, ataupun yang lain harus merasakan libur yang tidak seharusnya kami rasakan. Bagaimana tidak seperti itu? S...