Langsung ke konten utama

ada perubahan gmail mohon di pelajari lagi

mohon di pelajari lagi, insya Allah blog ini lebih mudah, jika ada yng kurang faham bisa di tanyakan, terima kasih

Komentar

  1. PENDPAT SAYA TENTANG JANGAN MALAS DIDALAM BERUSAHA
    Nama: Muhammad Zaini
    Nim: 53040180040
    Prodi: Bahasa dan sastra Arab B
    Kemalasan dapat disebut sebagai keengganan untuk bekerja atau menggunakan energi untuk melakukan suatu aktivitas. Kemalasan seringkali datang dalam bentuk sikap suka menunda-nunda, yang lama-kelamaan bisa berkembang menjadi benar-benar enggan mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab. Jika rasa malas ini tidak dilawan, tentunya akan membuat sifat ini makin sulit dihilangkan yang berimbas pada menurunnya produktivitas.


    وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

    Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya kepadakamu apa yang telah kamu kerjakan


    فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ، وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب

    Maka dari itu kita harus bisa melawan rasa malas agar apa yang kita inginkan bisa segera tercapai.


    Kemudian Allah juga menyeru kepada manusia untuk berkecimpung di dunia ekonomi, bekerja dan berusaha dengan sungguh-sungguh sehingga menjadi anggota yang bekerja dalam sebuah masyarakat, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun orang lain.


    Sementara itu Rasulullah Muhammad SAW memberikan tuntunan, bahwa salah satu cara yang paling baik dan utama untuk mencukupi kebutuhan hidup adalah lewat hasil pekerjaan dan usaha sendiri.


    Hal itu sebagaimana sabda beliau:


    عَنْ الْمِقْدَامِ رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَ إِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمِ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ (أخرجه البخري)


    “Dari Miqdam ra. Dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: Seseorang yang makan dari hasil usahanya sendiri, itu lebih baik. Sesungguhnya Nabi Daud as makan dari hasil usahanya sendiri.” (H. R. Al-Bukhori).


    Berwirausaha merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda-beda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa berwirausaha adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang berbeda dari yang lain, atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.

    Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:


    عَنْ عَاصِمْ بْنِ عُبَيْدِ الله عَنْ سَالِمْ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ للهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ (أخرجه البيهقى)


    “Dari ‘Ashim Ibn ‘Ubaidillah dari Salim dari ayahnya, Ia berkata bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya Allah menykai orang mukmin yang berkarya.”(H. R. Al-Baihaqi)


    Berdasarkan hadits di atas dapat disebutkan bahwa berwirausaha merupakan kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan memerlukan adanya kreativitas dan inovasi. Kreatifitas adalah mampu menangkap dan menciptakan peluang-peluang bisnis yang bisa dikembangkan. Di tengah persaingan bisnis yang ketat sekalipun seorang wirausaha tetap mampu menangkap dan menciptakan peluang baru untuk berbisnis, sehingga ia tidak pernah khawatir kehabisan lahan. Sedangkan inovasi adalah mampu melakukan pembaruan-pembaruan dalam menangani bisnis yang digelutinya, sehingga bisnis yang dilakukannya tidak pernah usang dan selalu dapat mengikuti perkembangan zaman. Sifat inovatif ini akan mendorong bangkitnya kembali kegairahan untuk meraih kemajuan dalam berbisnis. Jadi orang yang berkarya akan memberikan kontribusi bagi masyarakat banyak dengan kreatifitas dan inovasinya untuk menemukan sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya.


    Marilah kita belajar berwirausaha dari hal sekecil apapun agar kita bisa mewujudkan inovasi baru yang dapat memotivasi diri kita atau orang lain untuk hidup mandiri dengan usaha sendiri.
    Lawan rasa malas dan jangan takut untuk mencoba hal baru.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

IRA ANDINI - 036

1.                    Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).   Seperti yang kita ketahui , berbagai negara sekarang sedang berjuang untuk menghadapi pandemi COVID 19 yang kini juga sudah menyebar di negara Indonesia. Virus ini apabila sudah bersarang di tubuh manusia sangat berbahaya.   Dan sampai hari selasa kemarin, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia per   14 April 2020 mencapai 4.839 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 459 orang meninggal dunia dan pasien sembuh bertambah menjadi 426 orang.   Dengan adanya virus ini dan banyak warga Indonesia yang dinyatakan positif COVID 19 dan d...

Fungsi dan model peran dalam kewirausahaan

  fungsi dan model peran dalam kewir.ppt

Nila Laelul Munasiroh (055) Tentang aku dan covid-19

Nama : Nila Laelul Munasiroh NIM :53040180055 Kelas: BSA B (UTS KEWIRAUSAHAAN) Narasi tentang covid 19 Melihat berita bahwa beberapa sekolah diliburkan hatiku merasa gelisah tak karuan, karena aku sendiri belum mendapat kabar tersebut dari kampusku. Beberapa saat kemudian kabar libur pun datang, awalnya aku merasa senang. Berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman tanpa memikirkan kabar esok hari yang akan datang. Saat belum ada himbauan, Magelang belum termasuk zona merah. Tapi setelah itu paradoks, semuanya pun menyesuaikan. Ditambah tugas yang terus menerus berdatangan, tugas di luar pemahaman dan kesiapan yang dirasa menyulitkan. Libur karena covid 19 ternyata begini rasanya, covid 19 yang merupakan virus baru yang memiliki gejala seperti penyakit biasa seperti batuk, pilek, pusing, dan lain-lain, membuat kami para pelajar, pekerja, ataupun yang lain harus merasakan libur yang tidak seharusnya kami rasakan. Bagaimana tidak seperti itu? S...